Rencana Hakim Bao
Karena penasaran mereka menuruti perkataan Hakim Bao, mereka semua menuju ke pengadilan. Di depan pintu masuk Lung menyediakan ember berisi air di dekat pintu masuk pengadilan. Hakim Bao mengawasi orang-orang yang meletakkan uang ke dalam air satu persatu orang meletakkan uangnya di ember berisi air itu.
Pertama kakek kurus berkaki pincang, di susul wanita pendek kumuh, lalu Pemuda bermata sipit, kemudian wanita gendut berpakaian mewah dan yang terakhir meletakkan adalah pria kurus dengan tahi lalat di pipi kanannya. Pada saat pria itu meletakkan koin di dalam ember tiba-tiba Hakim Bao berteriak.
“Pria kurus dengan tahi lalat di pipi itulah pencuri uang Xiao Yu”
Pria itu segera di tangkap oleh penasehat lung. Ia berontak dan bersikukuh membela dirinya bahwa bukan ia pencurinya.
“Hakim Bao, engkau kan Hakim yang bijaksana, jangan sembarangan menuduh”
“Hakim Bao apa kau bisa membuktikan bahwa dialah pencurinya”
Tentu saja Hakim Bao bisa membuktikannya, ia segera menunjuk pada ember berisi kepingan uang yang tadi mereka kumpulkan.
Pencurinya Tertangkap
“Uang hasil jualan Xiao Yu di letakkan di kertas berminyak, lihat uang yang di masukkan oleh pria kurus dengan tahi lalat di pipi kiri itu. Airnya sekarang menjadi berminyak.
Lung segera menggeledah pria itu, ternyata ia berhasil menemukan sekantong uang.
“Lihat aku menemukan sekantong uang di tubuh pria ini”
“Itu uangku, jumlahnya 30 keping Yuan.
Sudah terbukti pria itulah pencurinya, dua prajurit membawa pria itu ke dalam penjara. Lalu Hakim Bao mengembalikan uang tersebut kepada Xiao Yu dan semua uang yang ada di ember pemberian semua orang.
“Ini uangmu, di jaga baik-baik ya. Bakpao nenekmu sangat enak, besok aku pesan 10 buah dan tolong bawakan ke rumahku“
“Baik, terima kasih Tuan”
Mata Xiao Yu sangat berbinar, Ia sangat senang menerima uang dari Hakim Bao. Kali ini ia bisa memberikan uang lebih banyak kepada neneknya.
Setibanya di rumah Xiao Yu menceritakan semua kejadian tadi kepada neneknya. Ia juga berjanji untuk lebih berhati-hati menyimpan uangnya.
“Jika kau anak yang baik maka kebaikan akan menyertai mu juga”
“Ini berkat nenek yang selalu mendoakanku”
“Nenek akan menyiapkan bahan-bahan untuk pesanan Hakim Bao besok.
“Aku bantu ya nek”.
