Asal Usul Ikan Pesut

Anekadongeng.com | Asal usul ikan pesut. Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang ayah yang tinggal di sebuah  desa kecil yang terletak di Muara Montai Kalimantan Timur.  Ayah tersebut tinggal bersama kedua anaknya, sedangkan istrinya sudah lama meninggal karena sakit. Beliau adalah sosok ayah yang bertanggung jawab. Setiap hari dia pergi ke hutan mencari kayu bakar dan menjualnya ke pasar.

Selain bekerja mencari nafkah Ayah juga harus memasak untuk kedua anaknya yang masih kecil-kecil. Ayah itu juga melakukan sendiri semua pekerjaan di rumah termasuk menyapu dan mencuci pakaian. Bekerja mencari nafkah sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah membuat ayah kelelahan.

Kemudian berpikir menikah lagi agar ada yang bisa membantunya mengurus rumah dan anak-anaknya.  Lalu ayah memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang perempuan yang sangat baik hati. Ibu tiri tersebut awalnya sangat menyayangi anak-anak.

Setiap hari ibu tiri memasakkan makanan untuk anak-anaknya. Mereka terlihat sangat bahagia dengan kehadiran ibu tiri. Dengan adanya Ibu bagi anak-anaknya ayah mencari kayu bakar semakin jauh ke dalam hutan. Beliau tidak merasa khawatir lagi dengan anak-anaknya, terkadang ia bermalam di hutan.

Ibu tiri beubah jahat

Ayah bekerja semakin keras untuk menafkahi keluarganya. Namun tanpa sepengetahuannya, istrinya memperlakukan anak-anak dengan tidak baik. Bahkan ibu tiri tersebut menyuruh anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan orang dewasa.

“Hei…anak-anak pemalas, tahunya cuma makan dan tidur. Ayo cepat segera ambil air di sungai!!”

Anak-anak tersebut dengan penuh rasa takut mengambil air dari sungai, namun banyak air yang tumpah karena mereka masih kecil sehingga tidak begitu kuat membawa air. Sesampainya di rumah ibu tiri sangat marah karena air yang di bawa sangat sedikit.

“Aduh.. kenapa kalian membawa air sangat sedikit?”

“Ampun bu..ampun, kami tidak kuat membawanya sehingga airnya banyak yang tumpah”

“Dasar kalian pemalas jangan banyak alas an”

“Aduh aduh ampun bu ..ampun”

Kekejaman ibu tiri kepada anak-anak terus berlanjut. Pada suatu hari ibu tiri pun menyuruh anak-anak mencari kayu bakar ke hutan.

“Heh kalian sekarang pergi ke hutan Cari kayu bakar. Ingat kalian harus membawa masing-masing satu pikul kayu bakar, jika tidak aku akan memukuli kalian”

37 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *