Gadis Katak

Anekadongeng.com | Gadis Katak. Di sebuah daerah hiduplah seorang pemuda yang cukup tampan, pemuda itu tinggal di rumah sederhana dekat wilayah sungai bersama ibunya. Pada suatu hari sang Ibu menghampiri Ia yang sedang menikmati makan siang.

Nak usiamu kan sudah cukup, Apakah kau tidak mempunyai niat untuk menikah?

Niat tentu saja ada Bu Saya ingin menikah.

Kalau begitu segeralah temui kekasihmu bawa ia kepada ibu dan akan Ibu restui.  

Mendengar perkataan ibunya pemuda itu menunduk sedih.

Tapi bu aku belum mempunyai seorang kekasih, bahkan aku juga kesulitan mendekati seorang gadis.

ibunya tersentak kaget

Harus Menikah

Apa kau sama sekali tidak memiliki kekasih, bagaimana bisa apa kau tidak mau melanjutkan keturunan apa Kau hanya akan mempermalukan Ibu?

Pemuda tersebut tidak menjawab pertanyaan ibunya Ia hanya menunduk mendengarkan ibunya meluapkan kemarahan.

Kalau begitu, kau pergilah dari rumah ini dan carilah gadis manapun. Tetapi kau harus mendapatkan seorang kekasih yang bisa menenun dengan rapih. Jika kau tidak membawa seorang gadis lebih baik kau tak pernah pulang.

Tetapi bu, di zaman sekarang sangat sulit mencari gadis yang dapat menenun dengan rapih.

Ibu tidak mau tahu!!!

Pemuda itu di keluarkan dari rumahnya, sang Ibu mengunci pintu rumah dari dalam. Pemuda tampan ini di landa kebingungan dan ia tidak tahu kemana akan pergi.

Mana mungkin Aku mencari kekasih secepat ini, tapi masa aku terus-terusan hidup di luar rumah apa yang harus aku lakukan

Karena isi kepala yang sangat penuh, pemuda tersebut memutuskan untuk pergi ke sungai untuk menyegarkan pikiran.

Bertemu Katak

Ah mungkin aku harus menyegarkan pikiranku supaya aku bisa mendapatkan jalan keluar.

Setelah sampai di sungai, pemuda itu memilih untuk bersandar di sebuah pohon besar di tepi sungai, dan pemuda itu mulai bergumam sendiri.

Siapa yang bisa menolongku, tidak ada, mengapa semua orang mendesak untuk menikah? memangnya kalau umur sudah tua Kenapa? Kan tidak ada masalah.

Pemuda itu menatap permukaan sungai sambil termenung. Tiba-tiba ia melihat seekor katak hijau yang melompat dari teratai satu ke teratai lainnya. Hingga katak itu melompat ke daratan dan mengenai kaki pemuda yang sedang di landa kegalauan itu.

Ih katak

Hai pemuda tampan apa yang sedang terjadi denganmu??

Mendengar suara di dekatnya, si Pemuda kebingungan. Siapa yang berbicara dengannya. ternyata suara itu berasal dari katak yang ada di kakinya. Pemuda itu pun mengangkat katak dan mendekatkan ke wajahnya.

Apakah kamu yang berbicara denganku

Isssh  jangan  menciumku dasar lelaki kurang ajar

Maaf kau bisa bicara

Iya aku bisa berbicara, apa yang membuat mu murung dan berada di sini sendirian?

Ibuku mendesak untuk segera menikah, Ia menginginkan aku mempunyai wanita seorang penenun. Tapi aku tidak bisa mendekati wanita.

Katak itu melompat-lompat, membuat pemuda itu penasaran.

Apa yang membuatmu begitu senang.

Aku bisa membantumu.

Wah Benarkah, apa Kau mempunyai seorang tuan yang akan di kenalkan kepadaku dan menjadi pasanganku.

Tidak, melainkan aku sendiri, tapi kau harus percaya padaku

Pemuda itu mengerutkan keningnya dan mulai berbicara serius dengan katak itu.

Aku akan menjadi istrimu

Hai ha ha.. aku ingin menikah dengan seseorang bukan seekor katak.

Percayalah padaku, kau tidak akan menyesal dengan keputusanmu. Aku bisa menenun tugasmu adalah meyakinkan ibumu untuk merestui.

Hmmm.. Baiklah

24 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *