Restu Ibu
Akhirnya Pemuda itupun percaya pada seekor katak. Ia pun membawa katak itu pulang kerumah dan mengenalkan pada ibunya. Setelah sampai di rumah, awalnya ibunya menyambut dengan senang karena berharap anak lelakinya itu pulang dengan membawa seorang kekasih. Tetapi ia malah membawa seekor katak.
Apa Hahahaha Jangan bercanda masa kau mau menikahi seekor katak.
Iya bu, tolong restui.
Dia tidak bisa menenun, kau sudah gila!!
Kemudian katak itu berbisik di telinga pemuda
Aku bisa menenun biarkan aku di kamarmu sendirian.
Iya bisa menenun bu, berikan ia waktu.
Akhirnya si pemuda itu mengantarkan katak kekamarnya dan meninggalkannya dengan bahan-bahan menenun.
Benar kau akan melakukan ini ? kau tidak akan mempermalukan kan?
Tentu saja tidak, percayalah padaku biarkan aku sendiri di sini kembalilah satu jam lagi.
Setelah satu jam kemudian Pemuda tersebut balik lagi ke kamarnya untuk melihat katak itu. Alangkah kagetnya ia melihat bahan tenun yang sudah menjadi baju yang sangat cantik dan indah. Dan katak itu berdiri di samping baju tenunnya.
Apa kau yang telah menenun baju ini??
Iya berikanlah pada ibumu
Saat di berikan, ibunya sangat terkejut. Ia tidak pernah menjumpai hasil tenun yang serapih dan sebagus ini.
Woww..benarkah katak itu yang menenunnya??
Iya Bu
Ini sangat bagus, hasil tenun yang sempurna. Apakah kau sudah yakin akan menikahi katak itu??
Yakin bu, keajaiban pasti akan datang
Menikahi Gadis Katak
Setelah sang Ibu merestui, di gelar lah pesta pernikahan yang sederhana. Para tamu undangan tidak habis piker, apa yang akan di langsungkan antara manusia dan katak ini. Undangan yang hadir menertawakan pasangan tersebut, tetapi pemuda itu mengacuhkannya. Saat janji pernikahan terucap katak itu berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik.
Melihat kejadian itu, semua orang terkesima melihatnya, terutama pemuda yang menjadi mempelai lelakinya.
Benarkah kau katak yang menghampiriku di tepi sungai
Tentu… Akulah istrimu sekarang.
Mengapa tadi kau berwujud katak.
Kala itu seorang penyihir jahat iri dengan kecantikanku, ia mengutuk ku menjadi gadis katak dan membuangku ke sungai. Sampai akhirnya aku menemuimu. Kutukan itu bisa hilang apabila ada seorang lelaki yang mencintai rupa katakku dengan ketulusan hati. Dan Kaulah orangnya.
Pada akhirnya Pemuda dan Putri itu hidup bahagia.
