
Anekadongeng.com| Puteri Tidur Aurora. Di sebuah kerajaan nun jauh di sana hiduplah seorang raja yang adil serta bijaksana. Rakyat nya pun sangat makmur dan bahagia. Kehidupan kerajaan dan rakyatnya pun sempurna.
Hanya saja, ibarat tiada gading yang tak retak ada saja kurang yang di rasakan di kerajaan tersebut. Kurang yang di rasakan itu adalah karena sang ratu, istri dari sang raja tak kunjung mempunyai keturunan.
Doa yang terkabul
Sang ratu dan raja setiap harinya tak pernah lelah untuk berdoa, agar segera di karuniai keturunan. Hingga pada suatu hari doa mereka di kabulkan. Ratu mengandung dan akhirnya melahirkan seorang putri yang sangat cantik dan di beri nama Aurora.
Sebagai bentuk kebahagianya, raja dan ratu menggelar syukuran dengan mengundang bangsawan, rakyat, sampai penyihir baik hati untuk mendoakan.
Penyihir pertama memberi mantra engkau akan menjadi seorang putri cantik jelita. Yang kedua memberi mantra engkau akan menjadi putri yang jujur dan baik hati sebaik orang tuamu.
Penyihir ketiga memberi mantra engkau akan tumbuh menjadi anak yang baik dan cerdas. Yang keempat memberi mantra engkau akan menjadi seseorang yang bijaksana.
Penyihir kelima memberi mantra engkau akan menjadi putri cantik yang pandai berdansa. Penyihir keenam memberi mantra engkau akan memiliki suara yang bagus dan pandai bernyanyi.
Terakhir giliran penyihir ketujuh memberi mantra. Namun sebelum ia melafalkan mantra datang penyihir jahat dari pintu istana yang tiba-tiba terbuka dan berkata.
“Karena aku tidak di undang, aku akan mengutuk anakmu wahai raja. Putrimu akan mati tertusuk jarum pemintal benang katanya dengan suara menggelegar sambil tertawa licik”.
Setelah kutukan di keluarkan, raja dan ratu menangis. Penyihir ketujuh yang sebelumnya belum sempat memberi mantra kemudian menghampiri raja dan ratu untuk membuat mereka tenang.
Mantera Penangkal
“Tenang saja aku belum memberi mantra, aku akan membantu meringankan kutukan penyihir jahat itu. Putrimu tidak akan mati, setelah terkena jarum pemintal. Ia akan tertidur selama 100 tahun dan terbangun kembali jika ada seorang pangeran yang datang dengan niat tulus kepadanya”.
Setelah kejadian tersebut raja mengumpulkan dan membakar semua pemintal benang yang tersimpan di dalam istana.
Singkat cerita 16 tahun kemudian Putri Aurora sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang manis cantik dan baik hati. Saat itu juga raja dan ratu akan melakukan perjalanan keluar negeri dan harus meninggalkan putri di istana.
Ketika ia di tinggalkan orang tuanya, saat itu Putri Aurora memanfaatkan waktu untuk berjalan-jalan keluar istana. Ternyata di sana ia menemukan sebuah puri dan di dalamnya ada sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Di dalam kamar tersebut seorang nenek tua juga terlihat sedang memintal benang. Menyaksikan ada putri Aurora yang melihat ke arahnya dengan perasaan ingin tahu. Si nenek pun meminta Putri untuk duduk di depan alat pemintal.
Kemudian nenek tersebut meminta putri untuk mulai memutar alat pemintal tersebut. Ketika alat pemintal benang di putar jari sang putri mendadak tertusuk jarum tersebut. Sang putri menjerit kesakitan dan langsung tersungkur ke lantai.
Tertidur
Saat itu juga. si nenek tua yang sebenarnya adalah penyihir jahat langsung tertawa puas. Ia melihat putri yang tersungkur dan ia menganggapnya sudah tewas. Di sisi lain seisi istana khawatir karena tahu putri Aurora telah hilang.
Raja yang sudah pulang dari kunjungannya bersama Ratu pun memerintahkan seluruh pasukannya mencari putri. Naasnya putri di temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Raja tentunya sangat bersedih atas keadaan anaknya tersebut. Kemudian penyihir ketujuh yang pernah mengatakan putri tidak akan mati melainkan hanya tertidur selama 100 tahun mengucapkan kembali ucapannya itu.
Ia juga memagari sesisi istana dengan mantera agar tidak ada siapapun yang bisa datang menyusup ke istana. 100 tahun pun berlalu tiba-tiba seorang pangeran datang dari negeri seberang.
Kebetulan lewat di depan istana dan ingin tahu dengan semak belukar berduri yang memagarinya. Sang pangeran berusaha memotong semak belukar berduri tersebut namun selalu gagal.
Hingga seorang penyihir baik hati datang memberinya pedang. Ketika pedang tersebut di gunakan untuk memotong, semak belukar tersebut langsung tersingkap.
Matinya penyihir jahat
Kemudian sang pangeran pun berhasil masuk ke dalam istana. Namun perjalanan sang pangeran di hadang oleh naga besar yang merupakan jelmaan penyihir jahat. Naga tersebut terus menyerang dan menyemburkan api panas.
Pangeran berusaha keras menghindari dari semburan api tersebut. Ia juga berusaha menyerang naga dan ketika naga lengah ia melemparkan pedangnya ke arah naga dan pedang tersebut pun tertancap di leher naga.
Naga itupun langsung tersungkur ke tanah dan kemudian berubah wujud menjadi penyihir jahat yang kemudian mati.
Setelah menaklukan penyihir Jahat yang berubah menjadi naga. Penyihir yang baik hati lalu memberitahukan kepada Pangeran tentang Sang Putri. Ia juga menunjukkan kamar di mana Sang Putri tertidur.
Pangeran pun mencari Sang Putri hingga tiba di sebuah kamar dan ia melihat seorang putri cantik terbaring di sana. Kemudian sang Pangeran mencium pipi sang Putri Aurora dan saat itulah kutukan penyihir jahat hilang.
Sang putri pun terbangun dari tidur panjangnya. Akhirnya puteri Aurora pun menikah dengan pangeran. Keduanya hidup berbahagia bersama sang Raja dan Ratu.

https://shorturl.fm/ShW5G
https://shorturl.fm/0cVRh
https://shorturl.fm/Rca5E