Saat sudah selesai menolong perempuan tua Xiao Yu mengambil keranjangnya yang ia letakkan di jalan. Namun saat di lihat isi keranjangnya, uang hasil penjualan kuenya tidak ada.
“Hah..di mana uangku, aku yakin sekali tadi di letakkan di sini, padahal aku tinggal hanya sebentar kenapa bisa hilang”.
Xiao Yu terus mencarinya namun tidak ketemu, ia takut di marahi oleh neneknya apabila tidak membawa uang itu ke rumah.Ia pun menangis keras di pinggir jalan.
“Hihihihihihi, mana uangku? uangku menghilang!!!”
Orang-orang yang mendengar tangisan itu segera berkumpul dan mendekati Xiao Yu, mereka menanyakan mengapa Xiao Yu menangis.
“Kenapa kau menangis wahai anak lelaki”
“Uangku hilang, seseorang telah mengambilnya aku meninggalkannya sebentar di sini”.
Bertemu Hakim Bao
Di antara gerombolan orang itu ada Hakim Bao. Ia merupakan Hakim yang sangat terkenal bijaksana tubuhnya besar dengan mata yang sipit. Ia mempunyai alis yang melintang, kumis yang tipis, janggut yang lebat dan di dahinya terdapat tanda bulan sabit. Hakim Bao bersama penasehatnya yang bernama Lung. Hakim Bao mendekati Xiao You dan bertanya.
“Di mana terakhir kali kau menyimpan uang itu nak?”
“Aku menyimpannya di bawah kertas berminyak ini. Tadi aku tinggal sebentar untuk membantu perempuan tua yang buahnya berserakan di jalan karena terjatuh. Saat kemabli uangku aku sudah tidak ada hiiiiiiihh bagaimana ini hakim”.
Setelah mendengar jawaban dari Xiao Yu, Hakim bao mengerutkan alis lalu mendatangi satu satu orang yang berkerumun. Di situ ada wanita memakai baju merah, Pemuda bertubuh kurus, pria dengan tahi lalat di pipi kirinya, kakek memakai baju kuning berkaki pincang dan wanita pendek berpakaian kumuh.
“ aku akan memberikan pertanyaan satu persatu kepada kalian, aku harap kalian menjawabnya”
Namun semua orang tidak ada yang mengaku, siapa yang mengambil uang Xiao Yu. Lalu Hakim Bao berkata :
“Jika tidak ada yang mengaku berarti batu besar inilah yang mengambilnya. Karena batu Ini berada di dekat keranjang Xiao Yu, jadi akan aku tanyakan pada batu ini saja.
Mendengar perkataan yang keluar dari Hakim Bao semua orang di sana tertawa.
“hahaha, mana mungkin batu yang mengambilnya, bicara saja tidak bisa”
“Iya sangat mustahil”
“Kau sudah gila ya Hakim Bao masa menuduh batu sebagai pencurinya”
Hakim Bao terus di ejek oleh mereka karena pendapatnya. Bahkan Xiao Yu pun tidak percaya masa batu besar itu yang telah mengambilnya, bagaimana caranya.
“Aku bisa membuktikannya, ikut aku ke pengadilan sekarang, tapi syaratnya kau harus membayar dua keping Yuan untuk melihatnya”
