ABU DZAR AL-GHIFARI (2)

BAB XV

Ketika itu Mu’awiyah menyela jalan pembicaraan. Ia berkata, “Ayat ini di turunkan berkaitan dengan Ahlul Kitab.” “Tidak, tetapi ayat ini di turunkan kepada kita dan mereka,” jawab Abu Dzar. ABU DZAR AL-GHIFARI melanjutkan pembicaraan dengan menasihat Mu’awiyah dan para pengikutnya. Agar meninggalkan semua yang mereka miliki,kebun, istana, dan harta benda serta tidak menyimpan sesuatu untuk keperluan pribadi melebihi kebutuhan sehari-hari.

Berbagai perkumpulan dan pertemuan ramai membicarakan cerita tentang perdebatan ini berikut kisah tentang Abu Dzar. Slogan Abu Dzar semakin lantang terdengar di rumah-rumah dan di jalanan. “Berilah kabar gembira kepada orang- orang yang menumpuk harta dengan setrika-setrika dari api neraka!”

Mu’awiyah merasakan ancaman itu. Kata-kata Abu Dzar yang agung itu mengejutkan di rinya. Namun, ia tahu kedudukan Abu Dzar hingga ia tidak berani berbuat buruk terhadap Abu Dzar. Saat itu juga, ia kirimkan surat kepada Khalifah Utsman bin Affan yang berisi pernyataan. “Abu Dzar telah merusak masyarakat di Syam.”

Utsman kemudian mengirim surat kepada Abu Dzar, memintanya agar datang ke Madinah. Sekali lagi, ABU DZAR AL-GHIFARI menyingsingkan lengan dan segera melakukan perjalanan menuju Madinah, meninggalkan Syam. Saat itu adalah saat- saat ketika Damaskus harus mengucapkan salam perpisahan. Setelah mengalami suatu peristiwa luar biasa yang belum pernah di saksikannya selama ini.

“Aku tak butuh kekayaan dunia kalian!” Itulah jawaban Abu Dzar di hadapan Utsman. Begitu sampai di Madinah, yakni setelah terjadinya dialog panjang antara mereka berdua.

139 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *