BAB XI
Bukankah dahulu di hadapan para sahabatnya, Rasulullah pernah memberitahukan. Bahwa di bawah naungan langit ini tidak ada lagi orang yang lebih benar perkataannya selain Abu Dzar? Orang yang memiliki kelihatan mengolah kata-kata yang tepat dan jitu seperti Abu Dzar untuk apa pedang baginya? Satu kalimat yang ia ucapkan jauh lebih tajam dan menuai hasil di bandingkan dengan pedang walau sepenuh bumi.
Dengan senjata kebenarannya ini, ia hendak pergi menemui para penguasa, kaum hartawan, dan semua orang. Yang karena cintanya pada dunia, menimbulkan bahaya terhadap agama yang datang untuk memberi hidayah dan bimbingan, bukan untuk memungut upeti. Pasalnya, kenabian bukan suatu kerajaan.
Agama membawa rahmat dan karunia, bukan azab dan nestapa. Mengajarkan sikap kerendahan hati, bukan kesombongan. Agama menanamkan persamaan, bukan perbedaan. Agama yang mengajarkan qana’ah, bukan keserakahan; kesederhanaan, bukan kemewahan; kedamaian dalam menjalani hidup, bukan merusak dan menghancurkannya.
Akhirnya, ABU DZAR AL-GHIFARI medatangi mereka semua hingga Allah memberi keputusan antara di rinya dan mereka dengan benar. Sesungguhnya, Allah-lah Pemberi keputusan yang terbaik. Selanjutnya, Abu Dzar menuju benteng-benteng penguasa dan orang-orang kaya. Ia datangi benteng itu satu per satu hingga dalam waktu singkat, berkibarlah bendera yang di bawanya oleh massa dan pejuang. Bahkan sampai di wilayah jauh yang penduduknya belum pernah melihat Abu Dzar.
Nama Abu Dzar begitu di kenal. Tidak pernah ia melewati suatu tempat, yang setiap kali namanya terdengar oleh suatu kaum. Niscaya, ia selalu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan penting yang mengancam kepentingan para penguasa dan golongan hartawan.
