Syeh Maulana Malik Ibrahim

4.Tamu dari Negeri Carmain

Ada beberapa ganjalan di hati Syekh Maulana Malik Ibrahim, beliau telah mengIslamkan sebagian besar rakyat Gresik. Sedangkan Gresik merupakan  wilayah dari kerajaan Majapahit. Kalau seluruh rakyat Gresik  sudah Islam tetapi Raja Brawijaya masih memeluk agama Hindu. apakah di belakang hari tidak timbul ketegangan antara rakyat dengan rajanya.

Untuk menghindari hal itu maka beliau mempunyai pemikiran untuk  mengajak Raja Brawijaya masuk agama Islam. Hal itu di utarakan kepada sahabatnya yaitu Raja Carmain. Ternyata Raja Carmain juga mempunyai maksud serupa. Sudah sejak lama Raja Carmain berkeinginan untuk  mengajak Prabu Brawijaya memeluk  agama Islam. Pada tahun 1321 M. Raja Carmain berkunjung lagi ke Gresik bersama  putrinya yang sangat cantik. Nama Putri Raja Carmain itu adalah Dewi Sari. Tujuan utama dalam misi tersebut adalah untuk membimbing  para putri istana Majapahit untuk mengenal agama Islam.

Bersama dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim, rombongan dari Raja  Carmain menghadap Prabu Brawijaya. Usaha mereka ternyata gagal. Prabu Brawijaya tetap bersikeras untuk mempertahankan agama lama dengan ucapan diplomatis. Bahwa Prabu Brawijaya bersedia masuk Islalm apabila Dewi Sari bersedia di jadikan isteri. Tetapi Dewi Sari menolak, bahwa tidak ada gunanya memeluk  masuk Islam jika di gunakan untuk  kepentingan duniawi. Beragama seperti itu hanya akan merusak keagungan agama Islam.

Negara Carmain

Rombongan dari negeri Carmain lalu kembali ke Gresik. Mereka beristiharat di Leran sembari menunggu selesainya perbaikan kapal untuk berlayar pulang. Sungguh sayang sekali, selama peristirahatan di Leran banyak anggota dari negara Carmain yang di serang wabah penyakit. Banyak di antara mereka yang meninggal, termasuk putri Dewi Sari.

Kabar meninggalnya Dewi Sari terdengar oleh Prabu Brawijaya, Raja yang memang tertarik dan jatuh cinta kepada Dewi Sari kemudian, berkunjung ke Leran beserta para punggawanya. Raja Brawijaya memerintahkan kepada para punggawanya untuk menggali kubur dan memakamkan Dewi Sari dengan upacara kebesaran.

Setelah semua rombongan dari negeri Carmain  meninggalkan Leran. Prabu Brawijaya menyerahkan seluruh wilayah Gresik kepada Syekh Maulana Malik Ibrahim untuk di perintah secara mandiri di bawah kedaulatan kerjaan  Majapahit. Penyerahan wilayah itu adalah siasat dari sang Raja agar rakyat Gresik yang beragama Islam itu tidak memberontak kepada Rajanya yang beragama Hindu. Amanat Raja Majapahit itu di terima oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim dengan sukarela. Sesuai dengan ajaran Islam yang menenangkan walaupun dengan kafir zimmi yaitu orang-orang bukan muslim yang mau hidup dengan aman dalam suatu negara.

Demikianlah sekilas kisah tentang perjalanan  Syekh Maulana Malik Ibrahim, seorang waliyullah yang merupakan ayah dari Wali Songo. Beliau wafat di Gresik pada tahun 882 H atau 1419 M.

168 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment