Syeh Maulana Malik Ibrahim

2. Dakwah Sunan Maulana Malik Ibrahim

Menurut sumber-sumber  yang ada, beliau merupakan  ahli pertanian dan ahli pengobatan. Sejak beliau berada di wilayah Gresik hasil pertanian meningkat tajam. Dan orang-orang yang menderita  sakit di sembuhkan dengan daun-daunan tertentu.

Sifatnya beliau lemah lembut, welas asih serta ramah tamah kepada semua orang.  Baik kepada sesama muslim maupun non muslim. Hal ini membuat beliau  terkenal sebagai tokoh masyarakat yang di segani dan di hormati. Karena Kepribadian beliau yang baik itulah yang membuat  penduduk setempat berbondong-bondong masuk Islam dengan suka rela dan menjadi pengikut beliau.

Sebagai contoh, saat beliau menghadapi rakyat  yang pengetahuannya masih awami, beliau tidak menjelaskan Islam secara njelimet. Kaum awam  tersebut beliau  bimbing agar bisa mengolah lahan pertanian  mereka supaya dapat dipanen lebih banyak lagi. Setelah itu mereka di anjurkan untuk bersyukur kepada yang memberikan Rezeki yaitu Allah SWT.

Di kalangan mayarakat bawah  Syekh Maulana Malik Ibrahim sangat terkenal, terutama dari kalangan kasta terendah. Sebagaimana di ketahui agama Hindu membagi masyarakat menjadi 4 kasta yaitu: kasta brahmana, kstaria, waisya dan sudra. Dari empat kasta tersebut kasta sudra adalah kasta  paling rendah dan sering nengalami penindasan dari kasta-kasta yang lebih tinggi. Maka ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim menerangkan kedudukan seseorang di dalam Islam, orang-orang kasta sudra dan waisya banyak yang tertarik, Syekh Maulana Malik Ibrahim menjelaskan bahwa dalam agama Islam semua manusia sama derajatnya.

Tidak ada yang beda

Orang-orsng dari kasta  sudra boleh saja bergaul dengan kalangan yang lebih atas, tidak di beda-bedakan. Di hadapan Allah semua manusia adalah sama, yang paling mulia di antara mereka hanyalah yang paling taqwa di sisi Allah SWT.Taqwa itu tempatnya di hati, hati yang mengendalikan segala gerak kehidupan manusia untuk berusaha memperbaiki-kuatnya mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Dengan taqwa itulah manusia akan hidup bahagia di dunia dan di dunia akherat kelak, orang yang bertaqwa sekalipun dia dari kasta sudra bisa jadi lebih mulia daripada mereka yang berkasta ksatria dan brahmana. Mendengar penjelasan-penjelasan beliau, masyarakat yang berasal dari kasta sudra dan waisya merasa lega. Mereka merasa di bela dan di kembalikan haknya sebagai manusia yang utuh. Sehingga  mereka berbondong- bondong masuk agama Islam dengan suka cita.

Setelah pengikut beliau semakin banyak, akhirnya mendirikan sebuah masjid untuk beribadah dan mengaji. Di dalam membangun masjid ini beliau mendapatkan banyak  bantuan dari Raja Carmain. Dan untuk mempersiapkan umat yang nantinya dapat menyebarkan kader Islam ke seluruh tanah Jawa dan seluruh Nusantara maka beliau mendirikan pesantren yang merupakan perguruan Islam, tempat mendidik dan menggembleng para santri sebagai calon mubaligh.

168 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment