
Anekadongeng.com| Raja katak dan Ular. Di sebuah sumur yang merupakan kerajaan katak. Hiduplah Raja Frogmas bersama istrinya Frooklyn bersama rakyat dan kerabatnya. Mereka tinggal bersama dengan aman dan damai.
“Semua rakyat katakku, serombongan nyamuk mendekat. Bersiaplah siapkan lidah kalian lidik dan Serang. Ha..ha..ha… bagus”.
Raja hebat
Frogmas adalah raja yang hebat dan di bawa perintahnya, kerajaan sumur itu menjadi makmur. Frogmas memperlakukan semuanya sama, baik kerabat ataupun rakyatnya dan akan selalu menjaga keselamatan mereka.
“Awas ada seekor elang….sembunyi!!!”
“Bukankah aku terlihat tampan hari ini, Egglia akan jatuh cinta padaku hehehe,” kata Elang.
“Setiap hari dia kesini dan kita harus melihat bayangannya, apakah dia tidak tahu bahwa itu membuat kita takut”.
“Jika dia tahu kalau kita ada di sini dia tidak akan menakuti kita. Tapi akan membawa salah satu dari kita ke istrinya setiap hari”.
“Ohhhhh”
“Jangan khawatir Froglyn, selama aku ada di sini tidak ada yang bisa menyakitimu”.
“Wow aku tahu”.
Sementara Frogmas dan Froglyn hidup bahagia, salah satu kerabat mereka merasa iri. Ia bernama Froglet, ia merupakan sepupu Froglyn sangat cemburu pada mereka. Karena dia merasa bahwa di alah yang seharusnya menjadi ratu. Dia selalu mengatakan itu.
“Sekarang dengarkan aku bodoh, bagaimana kau tidak bisa melihat bahwa Frogmas lebih memperhatikan Froglyn. Dia mendapat paling banyak serangga, tinggal di bagian paling bawah dari sumur. Sehingga kalau ada bahaya menimpa kita dia aman”.
“Ya.. ia adalah ratu”.
“Nah.. apa kau mau di makan elang terlebih dahulu”.
“Ahhh. Tentu tidak”.
“Apakah ada makhluk di sini yang menginginkan seperti itu?”
“tidak…tidak…tidak”
“Sssstttt….nanti dia akan mendengarkan kita. Baikkah sekarang aku tahu kita semua memiliki tujuan yang sama. Serahkan saja semua padaku, aku akan memastikan bahwa kesetaraan berlaku,
“Hehehe….sekarang sumur ini akan menjadi milikku hanya milikku. Aku akan menjadi ratumu dan sebagai tanda persahabatan aku akan memberikan Frogmas dan Froglyn ke Elang, hahaha….”
Rencana jahat
Ketika Froglet mulai menyusun rencana jahatnya, dia tidak menyadari bahwa Frogmas telah mendengar semuanya. Dia menelan air liur di tenggorokannya dan menunggu dengan cemas untuk hari berikutnya.
Itu adalah malam yang panjang bagi Frogmas, sementara Istrinya tidur dengan nyenyak.
“Semoga kau selalu bias mendengkur seperti ini, padahal aku membencinya”.
Saat pagi tiba Frogmas keluar dari sumur dengan bantuan rantai besi yang di gantung di dinding sumur. Kemudian dia langsung menuju lubang ular hijau besar yang dia lihat sebelumnya. Dari jarak yang aman Raja Frogmas memanggil ular itu.
“Oooh Tuan racun hijau, Tolong keluar”
Ular itu terkejut mendengar Raja katak datang ke pintunya, lalu dia keluar dari lubang.
“Ada urusan apa kamu menemui musuh alami”.
“Ohhh, aku ingin menjadi temanmu”
“Teman?…tapi kita terlahir sebagai musuh, ular akan memakan katak”.
Dan kemudian Frogmas berbicara dengan ular tentang rencananya dan mengatakan kepadanya bahwa dia memberi pelajaran kepada kerabatnya.
“Aku ingin menghukum mereka karena memberontak terhadapku. Aku akan membawamu ke sumur dan kau bisa memakan semuanya”.
“Apakah ini sumur kering?”
“Tidak, banyak air di dalamnya. Namun kau tidak perlu khawatir ada lubang yang bagus di dinding sumur sedikit diatas permukaan air, kau bisa memakan para pemberontak dan masuk kedalamnya untuk beristirahat”.
“Okey…bawa aku ke sumur itu, aku akan memberi pelajaran pada kerabat pemberontak itu”.
Lalu Frogmas yang bangga dan bahagia membawa ular itu ke dalam sumurnya dan berkata.
“Kau bisa memakan musuhku, tapi tolong jangan makan aku dan istriku”.
“Tentu saja…tentu saja”.E
Sejak hari itu dan seterusnya, ular hijau itu mulai memakan katak satu-persatu seperti yang telah di tunjukkan oleh raja katak.
