Serigala dan 7 Anak Kambing

Anekadongeng.com| Serigala dan 7 anak kambing. Pada zaman dahulu di pondok kecil di hutan, hiduplah Ibu kambing dan 7 anaknya dengan bahagia. Anak-anak kambing itu sangatlah lucu dan terlihat seperti mainan. Ibu kambing sangat mencintai anak-anaknya dan melindungi mereka dari hewan liar. 

Di Tinggal Mencari Makan

Satu hari sebelum pergi mencari makanan, ibu kambing memanggil Semua anaknya dan berkata.

“Anakku sayang aku, akan pergi ke hutan. Jangan bukakan pintu untuk siapapun ya!! jika Serigala masuk rumah, dia akan memakan kita semua hidup-hidup. Dia sangat licik dan akan menyamar menjadi apapun dan mencoba menipu kalian”. 

“Jadi bagaimana kami akan mengenalinya ibu?” 

“Serigala bersuara serak dan aku punya suara yang lembut dan indah. Jadi kau bisa segera mengenalinya dari suaranya yang berat dan serak”.

Saat akan pergi, Ibu kambing ingat satu hal lagi, kemudian ia berbalik ke anak-anaknya.

“Satu lagi anakku, kaki Serigala berwarna hitam dan aku putih. Kalian juga bisa mengenalinya dari kakinya”.

“Jangan khawatir bu, kami bisa menjaga diri sendiri, kami bisa di andalkan”.

Kemudian ibu kambing mencium anak-anaknya satu per satu lalu pergi ke hutan. 

Dari jauh serigala mengawasi semua gerak-gerik mereka. Ketika di lihatnya Ibu kambing pergi, lalu dia menunggu sebentar lalu datang ke pondok dan mengetuk pintunya. 

“Siapa itu?”

“Anak-anak buka pintunya!, ibumu di sini. Aku membawakan makanan enak untuk kalian”.

Tetapi anak-anak kambing langsung mengenali suara serak Serigala. Tanpa membuka pintunya mereka lalu berteriak.

“Kamu bukan ibu kami, suara ibu kami manis dan lebih indah. Kau adalah serigala, kau tak bisa menipu kami”.

Serigala sangat marah karena tak bisa menipu anak-anak kambing. Jadi dia pergi ke toko, lalu membeli kapur besar dan memakannya. Kini suaranya terdengar jadi lebih lembut. Kemudian dia kembali ke pondok dan mengetuk pintu lagi. Kali ini serigala mulai berbicara dengan suara lembut.

“Anak-anak buka pintunya, ini Ibu kalian. Aku bawakan makanan dari hutan untuk kalian”. 

Tertipu

Mendengar suara lembut Serigala,anak kambing pikir itu benar-benar Ibu mereka. Tepat saat mereka akan membuka pintu, salah seorang dari mereka berteriak tunggu-tunggu.

Mari kita periksa kakinya dari bawah pintu, tentu saja mereka melihat kaki hitam serigala dari bawah pintu. Mereka pun berteriak lagi tanpa membuka pintu, kami tak akan membukakan pintu untukmu. Kaki ibu kami tidak hitam warnanya putih. Kamu pasti serigala.

Dengan sangat marah, serigala itupun pergi, kali ini dia pergi ke toko roti. Ketika tukang roti melihat serigala di hadapannya dia sangat kaget.

“Aku sekarang vegetarian, jadi aku hanya makan pasta, boleh aku minta tepung terigu”. 

Serigala keluar dari toko roti dengan sekantung tepung terigu. Saat mendekati pondok, dia membuka kantung dan menuang seluruh tepung ke kakinya. Sekarang kakinya putih semua. Serigala licik itu mengetuk pintu pondok untuk ketiga kalinya.

“Anak-anak buka pintunya, ini ibu kalian. aku membawakan makanan untuk kalian dari hutan”.

“Tunjukkan dulu kakimu, jadi kami tahu kalau kau ibu kami”. 

Lalu serigala menunjukkan kakinya yang telah di lumuri tepung. Dan saat anak-anak kambing melihat kakinya mereka percaya bahwa itu Ibu mereka. Kemudian mereka membukakan pintu.

Namun apa yang mereka lihat, serigala berdiri tepat di hadapan mereka. Anak kambing tidak tahu harus berbuat apa. Mereka mulai berlarian dan berteriak dengan panic.

“Kalian tidak akan bias lari, akan kutangkap kalian semua”.

Salah satu anak kambing sembunyi di kolong meja. Yang kedua masuk ke kolong tempat tidur, yang ketiga pergi ke cerobong asap. Yang keempat sembunyi di dapur, yang kelima masuk kedalam lemari. Yang keenam sembunyi di balik gorden dan anak kambing ketujuh masuk ke dalam jam raksasa di dinding.

Tetapi Serigala licik sangatlah cepat dan satu persatu dia menangkap semua anak kambing.

“Kemari kalian, jangan lari. Akan kutangkap kalian semua”.

Hilang Semua

Kemudian satu persatu anak kambing itu di makan oleh serigala itu. Hanya anak kambing ke tujuh yang tidak dapat di temukan. Karena sudah kenyang serigala tersebut tidak melanjutkan lagi mencari anak kambing yang ke tujuh.

Kemudian serigala itu pergi ke halaman besar tak jauh dari pondok itu, lalu srigala berbaring di bawah pohon dan mulai tidur dengan mendengkur.

Tak lama kemudian ibu kambing pulang, tetapi saat dia lihat pintu terbuka dan dia tahu ada hal buruk terjadi dan mulai berteriak.

“Anak-anakku….”

Saat masuk, ibu kambing terkejut. Meja dan kursi terbalik, gorden robek, tempat tidur berantakan, bantal dan sprei tergeletak di lantai. Ibu kambing mencari anak-anaknya tapi tak menemukannya.

Dia mulai meneriakkan nama mereka satu persatu, tapi tak seorang pun yang menjawab. Akhirnya nama anak terakhir pun di panggil dan dia mendengar suara bernada tinggi.

“Aku ada di dalam jam besar ibu”.

Ibu kambing berlari ke jam besar tersebut dan mengeluarkan anaknya. Ibu kambing dan anaknya berpelukan, kemudian anak kambing itu mulai bercerita sambil menangis. Serigala datang menyamar, kami pikir itu Ibu lalu membukakan pintu.

Kemudian serigala itu memakan semua saudaraku. Ibu kambing sangat marah, dia menangisi anak-anaknya. Dengan satu anak yang tersisa dia berjalan keluar dan menuju ke halaman.

Kemudian mereka melihat serigala tidur di bawah pohon. Serigala itu mendengkur keras sehingga membuat cabang pohon bergoyang. Ibu kambing mengamati serigala tersebut. Dia sadar bahwa di dalam perut Serigala ada sesuatu yang bergerak.

“Ya ampun, apa itu anak-anakku ada di dalam perutnya dan mereka masih hidup”.

Kemudian ibu kambing menyusun rencana dan berkata ke anaknya.

“Larilah ke rumah dan bawakan jarum, benang dan gunting”

Kematian Serigala

Pada saat kambing kecil berlari pulang, Ibu kambing mengumpulkan enam batu besar dari tanah. Kemudian kambing kecil kembali dengan jarum benang dan gunting besar.

Kemudian Ibu kambing mulai menggunting perut serigala yang sedang tidur tesebut. Dia segera melihat anak-anaknya yang ada di dalam perut serigala tersebut. Lalu di ambillah mereka satu persatu.

Mereka semua terlihat sehat. Ibu kambing tak bisa menahan diri karena gembira semua anak kambing memeluk Ibu mereka dengan sukacita.

“Ibu kami mencintaimu……kami mencintaimu”

Mereka semua sangat senang dapat berkumpul kembali dengan ibunya.

“Ah anak-anakku syukurlah kalian semua selamat”.

Ibu kambing menaruh batu yang dia kumpulkan ke dalam perut serigala terebut. Sebagai pengganti keenam anaknya, dengan hati-hati lalu menjahit perut serigala dengan jarum dan benang.

Serigala tertidur nyenyak sehingga tidak merasakan apa-apa. Setelah selesai menjahit, ibu kambing dan anak-anaknya segera kabur.

Ketika Serigala bangun dia berdiri dan merasakan perutnya sakit sekali. Dia pikir mungkin karena dia makan terlalu banyak kambing. Karena perutnya penuh dengan batu, dia jadi sangat haus.

Kemudian dia menuju ke sungai untuk minum air, tetapi saat berjalan batu-batu di perutnya saling berbenturan. 

“Aduh..perutku terasa berat dan penuh, seolah-olah semua kambing itu berubah jadi batu”.

Serigala ingin berlutut dan minum air, tetapi karena batunya sangat berat dia hilang keseimbangan dan terjatuh ke dalam air.

“oh, tolong…..tolong, aku tenggelam”.

Serigala berteriak minta tolong, tetapi tak ada yang menolongnya. Serigala tak sanggup menahan berat batu itu lagi dan tubuhnya tenggelam.

Saat melihat apa yang terjadi, ibu kambing dan anak-anaknya berlari ke sungai.

“Hore….serigala sudah mati-mati”. Mereka pun menari dan melompat dengan bergandengan tangan. Sejak saat itu Ibu kambing dan ketujuh anaknya hidup damai dan bahagia di pondok mereka di hutan.

98 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *