anekadongeng.com Cerita Fabel Kancil Dan Burung Merak Yang Sombong

Kancil Dan Burung Merak Yang Sombong

Merak pun meninggalkan kancil dengan penuh rasa kesal karena ia gagal mengajak kancil adu kecerdasan. Tanpa sepengetahuan Merak kancil sebenarnya tidak mengantuk Ia hanya berpura-pura tidur. Ia sudah mendengar kabar tentang merak yang tak henti menyombongkan diri untuk mencari perhatian.

Namun Merak ternyata tak menyerah untuk menantang adu kecerdasan dengan kancil. Tetapi kancil selalu menhindar dengan berbagai macam alasan.

Hal ini membuat Merak semakin kesal melihat para hewan masih bercengkerama dengan kancil satu-satunya hewan yang belum ia taklukkan. Kemudian merak mempunyai ide untuk mengumpukan semua penghuni hutan. Kelakuan merak ini membuat penghuni hutan merasa bingung.

Pada hari yang sudah di tentukan sang merakkan sudah menunggu semua hewan untuk berkumpul. Setelah semua sudah berkumpul, lalu merak berkata.

“Terima kasih buat kedatangan kalian semua, di sini aku ingin mengumumkan pengumuman penting yang kalian perlu ketahui. Seperti kalian tahu aku telah lama di sini, dan kalian juga tentunya tahu kecantikanku tidak terkalahkan di hutan ini. Selain itu aku juga cerdas tidak seperti kancil. Ia hanya hewan penakut dan tidak secerdas yang kalian pikirkan. Berhentilah menemuinya jika kalian ada masalah cerita kepadaku jangan temui si kancil.”

Kecerdikan Kancil

Semua hewan hanya terbengong mendengarkan pernyataan si Merak tersebut. Lalu Ayam dan Angsa berinisiatif untuk pergi ke kediaman kancil untuk memberitahukan hal tersebut. Karena hanya kancil satu-satunya penghuni hutan yang tidak di undang oleh merak.

Setelah sampai di kediaman sang kancil, angsa dan ayam segera menceritakan semua kejadian yang barusan mereka alamiah. Dan kancilpun mendengarkan dengan baik semua keluh kesah angsa dan ayam.

“Tolonglah kancil, merak selalu ribut menyombongkan kecantikan dan kepintarannya, hanya kamu yang bisa menghentikan celotehannya itu”.

“Hmmmm, sepertinya aku mempunyai ide untuk mengusir merak. Ayo kita temui Merak”

Lalu kancil ayam dan angsa pun segera berjalan untuk menemui Merak. Di sepanjang perjalanan kancil menceritakan idenya. Dan sesampainya di depan sarang sang merak, kancil tiba-tiba berteriak.

“Merak…merak….keluarlah, gawat….gawat.. segeralah lari dari sini”

“Hah ada apa.. ada apa ini jawab merak”

“Kami melihat pemburu, sepertinya kecantikanmu telah tersebar ke telinga pemburu. Mereka sedang mencari hewan tercantik di hutan ini. Tak salah lagi yang di maksut itu adalah kamu. Cepatlah keluar dari hutan ini”

“Oh…benarkah, ini gawat, aku harus segera pergi dari sini”

Merak pun segera berlari meninggalkan hutan. Ia takut bulunya yang cantik di jadikan pajangan oleh pemburu-pemburu itu. Melihat kejadian ini kancil dan hewan lainnya tertawa terbahak bahak. Ternyata tidak ada pemburu yang mencari Merak. Itu hanya akal-akalan kancil supaya Merak berhenti menyombongkan diri di hutan itu.

Setelah kepergian merak hutan pun kembali ke kehidupan yang tenang. Semua hewan hidup dalam kedamaian.

Pesan dari cerita ini adalah anak yang benar-benar pintar tidak akan menyombongkan kepintarannya. Seperti padi semakin berisi semakin menunduk artinya semakin orang itu pandai semakin rendah hatinya. Jadi ia tidak akan pernah menyombongkan dirinya.

243 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Comment