anekadongeng.com Cerita Fabel Asal Usul Harimau Berkulit Belang

Asal Usul Harimau Berkulit Belang

Tangan Pertapa

“Lebih enak, kamu punya dagingnya lebih enak!!, apa yang akan kau berikan padaku?”

“Akan ku berikan tanganku yang berharga ini padamu, Bagaimana?”

“Pertapa…ssssst “

“Tanganmu,kau bercanda ? Kau rela mengorbankan tanganmu demi kelinci kecil itu ?”

“Aku serius, kuberikan tanganku ini untuk mu”.

Kemudian sang pertapa memberikan tangan kanannya kepada harimau.

“Ini makanlah lenganku, sebagai gantinya jangan mengganggu kelinci ini lagi”

Harimau pun segera mengambil tangan Pertapa tersebut dan membawanya pergi. Kemudian si harimau pun mulai memakan tangan sang pertapa.

“Ternyata rasanya enak sekali..hahahaha”, pertapa itu sungguh bodoh sekali, aku kenyang sekali rasanya”.

Beberapa hari kemudian harimau mulai kelaparan lagi.

“Rasa lengan pertama waktu itu sungguh enak, aku jadi ingin makan lagi, akan kuminta lengan yang satunya”.

“Pertapa, aku akan masuk ke dalam, aku ingin minta lenganmu yang satunya lagi perutku sudah mulai lapar lagi”.

Namun betapa kagetnya harimau mengetahui jika lengan Pertapa yang kemarin di makannya telah kembali utuh lagi.

“Hai pertapa lenganmu telah kembali “

“Ya…seperti yang kau lihat tanganku telah kembali,  ini karena aku ikhlas dalam menolong dan Dewa mengabulkan permintaanku untuk di kembalikan seperti semula. Kau mau apa datang kemari Harimau?”

“Aku mulai lapar lagi, dari pada aku memangsa kelinci, bolehkah aku memangsa  lenganmu yang satunya lagi?”.

“Baiklah tapi ini yang terakhir kalinya, jangan lagi datang kemari dan jangan pula memangsa hewan kecil yang tak berdaya”.

Sekali lagi pertapa memberikan lenganya pada harimau, Lalu harimau pun membawa lengan pertapa pergi.

“Baiklah pertapa, aku berjanji tak akan meminta dagingmu lagi”.

Lalu harimau pun melahap lengan pertapa tersebut.

Harimau Yang Tamak

“Hmmmm, memang sungguh enak daging pertapa, bukankah bagian tubuhnya bisa tumbuh lagi. Bagaimana kalau aku makan hampir seluruh tubuhnya, pasti akan terasa lezat, akan ku cari cara supaya bisa menipunya”.

Harimau yang serakah pun memutuskan untuk menipu sang pertapa demi bisa memakan dagingnya lagi.

“Hehehe… lihat saja aku pasti berhasil mendapatkan daging pertapa lagi, hei pertapa daging yang kemarin kau beri telah di makan oleh hewan lain aku minta ganti rugi”.

“Aku tahu kau berbohong, aku bisa mencium jika kau sendirilah yang memakan lenganku”.

Harimau pun terkejut, kenapa sang pertapa bisa mengetahui kalu dia lagi berbohong.

“Tidak akan kuberikan lagi bagian tubuhku padamu, kau juga sudah berjanji kemarin”.

Karena kebohongannya terbongkar harimau nekat menyerang pertapa. Namu sang pertapa sudah siap dan menagkis serangan harimau. Harimau pun terpental oleh kekuatan hebat sang pertapa. Tetapi harimau tidak mau menyerah, dia terus menyeerang pertapa.

Pertarungan itu berlangsung lama karena harimau sama sekali tak mau menyerah. Harimau akhirnya kalah dan jatuh tersungkur di tanah dan tubuhnya  penuh luka memar.

“Kau sungguh serakah harimau, kau sudah di beri nikmat namun kau meminta lebih kau memang harus di beri pelajaran. Akan ku sembuhkan kamu, namun bekas luka memar tidak akan kuhilangkan. Itu akan menjadi pengingat akan ketamakanmu.

“Maafkan aku pertapa, aku aku sungguh salah”

Sejak saat itu Harimau mempunyai motif belang pada bulu di tubuhnya,  dan kini ia pun makan sehari dua kali tak sebanyak dulu.

Pesan dari cerita ini adalah bersyukurlah atas apa yang kau miliki, jangan sampai ketamakan menyengsarakan mu.

134 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *