Si Kancil Lomba lari

Strategi Siput


Akhirnya mereka setuju perlombaan di lakukan minggu depan. Tidak lama setelah Si Kancil pergi, Siput langsung mengumpulkan semua teman-temannya. Ia meminta tolong pada teman-temannya agar waktu perlombaan nanti semuanya harus berada di jalur lomba. “Kalian harus ingat ya, kalian harus tetap bersembunyi di balik bongkahan-bongkahan  batu, apabila Si Kancil memanggil , yang posisinya berada di depan kancil harus segera muncul, dengan taktik seperti itu, kita akan selalu berada di depan,” terang Siput.


Hari yang di nanti tiba. Si Kancil datang dengan congkak dan sombongnya,karena  ia merasa ia pasti akan menang perlombaan ini. Kemudian Siputpun mempersilahkan Si Kancil untuk berlari terlebih dulu. Dan jika ia akan memastikan posisi Siput sudah sampai dimana, ia hanya tinggal memanggil Siput saja. Perlombaan di mulai. Kancil dengan percaya diri berjalan dengan santai, sedangkan Siput segera menyelam ke dalam sungai. Setelah beberapa langkah, Kancil memanggil Siput.


Tiba-tiba Siput pun muncul di depan Kancil sambil berkata, “Hai Kancil jelek! Aku telah sampai sini.” Kancil pun terkejut dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil Si Siput lagi. Ternyata Siput juga sudah berada di depannya. Dengan agak panik akhirnya Kancil pun mulai berlari, tetapi setiap ia memanggil Si Siput, ia selalu berada di depan Si Kancil. Keringatnya bercucuran dengan deras, kakinya gemetar dan terasa lemas serta nafasnya tersengal-sengal.

Kancil kalah

Ketika Kancil hampir sampai di finish, ia kembali memanggil Siput, tetapi kali ini tidak ada jawaban dari Siput. Kancil pun merasa senang karena merasa Siput sudah tertinggal sangat jauh dan tidak mungkin untuk mengejarnya. Karena ia merasa akan menjadi pemenang , maka ia berjalan dengan santai sambil sesekali beristirahat. Dengan senyum sinis Kancil berkata, “Kancil memang tiada duanya.” Kancil dikagetkan ketika ia mendengar suara Siput yang sudah duduk di atas batu besar. “Oh kasihan sekali kau Kancil.


Kelihatannya sangat lelah, Capai ya berlari?”. Ejek Siput. “Tidak mungkin!”, “Bagaimana kamu bisa lebih dulu sampai,
padahal aku berlari sangat kencang”, seru Si Kancil. “Sudahlah akui saja kekalahanmu,” ujar Siput. Kancil masih terkejut dan heran, ia tidak percaya kalau di kalahkan oleh binatang yang jauh lebih kecil darinya. Kancil menundukkan kepala dan  mengakui kekalahannya. “Sudahlah jangan terlalu bersedih, lagian aku tidak minta hadiah kok.

Kamu harus ingat satu hal, janganlah kamu sombong dengan segala kelebihan yang kamu miliki dalam menyelesaikan suatu masalah. Kamu harus menghargai semua binatang, karena setiap binatang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Jadi jangan suka menghina dan menyepelekan mereka”, ujar Siput. Siput segera menyelam ke dalam sungai. Setelah kepergian Siput, Si Kancil tertunduk malu dan menyesali perbuatannya.
HIKMAH :  Janganlah suka menyombongkan diri dan menyepelekan orang lain, walaupun kita memang cerdas dan pandai.

89 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *