Gadis Penjual Korek Api

Tiba-tiba gadis itu sudah berada di bawah sebuah pohon natal yang sangat besar dan menyala berwana-warni . “Wow, ini lebih indah daripada pohon natal yang terlihat di rumah tadi”. Pada pohon natal itu terdapat banyak lampu dan  lilin yang bersinar. “Wow!! indah sekali”!! Gadis itu menjulurkan kedua tangannya, lalu korek api itu  bergoyang tertiup angin. Tetapi tiba-tiba cahaya lilin itu naik ke langit semakin menjauh dan redup. Lalu cahaya tersebut berubah menjadi bintang yang sangat banyak.

Salah satu bintang yang berklip tersebut dengan cepat menjadi bintang beralih. “Apakah malam ini ada seseorang yang mati dan pergi ke tempat Tuhan ya.Sambil menatap ke langit, gadis itu teringat kepada neneknya yang baik hati. Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api lagi. Tiba-tiba di dalam cahaya api muncul wujud nenek yang sangat di rindukan nya. Sambil tersenyum nenek menjulurkan kedua tangannya ke arah gadis itu.

Bertemu Nenek

“Nenek!” gadis itu langsung melompat ke dalam pelukan nenek dengat senyum bahagia. “Oh, nenek, sudah lama aku ingin bertemu”. Gadis itu menceritakan semua peristiwa yang pernah di alaminya. Di dalam pelukan nenek yang sangat di sayanginya. “Kenapa nenek meninggalkan aku seorang diri?” jangan pergi lagi ya nek “. Bawalah aku pergi ke tempat nenek”. Pada saat itu korek api yang di bakar anak itu padam, gadis itu merasa takut,  “Ah, kalau apinya mati,  nenek pun akan pergi juga seperti tungku pemanas dan makanan tadi”..

Gadis itu segera membakar semua korek api yang tersisa, lalu menggosokkan semuanya. Kobaran api dari korek yang terbakar itu menyinari sekitarnya seperti siang hari. Nenek memeluk gadis situ dengan erat. Dengan di selimuti cahaya, nenek dan gadis itu pergi naik ke langit dengan perlahan-lahan. “Nenek, “ kita mau pergi kemana?”” ke tempat Tuhan berada”.

Keduanya semakin lama semakin tinggi ke arah langit. Nenek tua berkata dengan lembut kepada gadis itu.”Kalau sampai di surga nanti, ibumu sudah menunggu dan menyiapkan makanan yang enak untuk kita”. “Gadis itu tertawa bahagia. Pada keesokan harinya, orang-orang yang lewat di jalan menemukan tubuh gadis penjual korek api tertelungkup di dalam salju. “Gawat!!  gadis kecil ini jatuh pingsan  di tempat seperti ini. “Cepat panggil dokter”!.

Orang-orang yang berkumpul di sekitarnya semuanya menyesalkan kematian gadis itu. Ibu yang yang pada malam hari karin menolak membeli korek api menangis dengan keras dan berkata, “kasihan kamu nak.  Kalau kamu tidak ada tempat untuk pulang, sebaiknya aku bawa ke dalam rumah. Orang-orang Kota mengadakan upacara pemakaman gadis itu di gereja, dan berdoa kepada Tuhan agar semua orang di kota bisa berbuat lebih ramah meskipun pada orang miskin.

120 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Comment