Gadis Penjual Korek Api

Anekadongeng.com | Pada Malam natal, banyak orang berjalan dengan wajah yang bahagia memenuhi jalan di kota. Di  jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakaian sederhana sedang menjual korek api.Tetapi dari begitu banyak orang, tidak ada seorangpun yang beli korek api gadis itu.

Tetapi kalau ia pulang tanpa membawa uang hasil penjualan korek api, ia takut akan di pukuli oleh ayahnya.  Pada saat akan menyebrang jalan, tiba-tiba sebuah kereta kuda berlari sangat cepat dan hampir menabraknya. Gadis itu terkejut dan menghindar. Tetapi dia terjatuh dan sepatu yang di pakainya terlepas entah kemana. Sedangkan sepatu sebelahnya jatuh di seberang jalan. Ketika gadis itu bermaksud pergi untuk memungutnya, seorang anak laki-laki mengambil sepatu itu lalu melarikan diri.

Akhirnya gadis itu bertelanjang kaki dan korek api jatuh berserakan. Semua korek api itu sudah tidak bisa di jual lagi . Kalau pulang ke rumah begini saja, ia tidak dapat membayangkan bagaimana hukuman yang akan di terima dari ayahnya. Apa boleh buat, gadis itu membawa korek api yang yang tersisa, lalu berjalan dengan lemah. Terlihatlah sinar yang terang yang keluar dari sebuah rumah. Ketika gadis itu  mendekatinya, terdengar suara tawa bahagia dari dalam rumah.

Di dalam rumah yang di hangatkan oleh tungku perapian, dan penghuninya terlihat sedang memakan hidangan natal yang lezat. Gadis itu meneteskan air mata. “ ketika Ibu masih hidup, di rumahku juga biasa merayakan Natal seperti ini”. Dari jendela terlihat sebuah pohon natal yang di penuhi lampu hias dan anak-anak yang senang menerima banyak hadiah. Akhirnya cahaya di sekitar jendela ,ulai redup, dan di sekelilingnya pun menjadi sunyi.

Salju yang dingin terus turun. Sambil menggigil , gadis itu duduk tertimpa curahan salju. Perutpun terasa lapar dan sudah lemas tidak bisa bergerak. Gadis yang kedinginan itu meniupkan nafasnya ke tangan. Tetapi sedikit pun tak menghangatkannya. “Kalau ku nyalakan korek api ini, mungkin akan sedikit menghangatkan. Kemudian gadis itu mengambil sebuah korek dan menyalakannya dengan menggoreskannya ke dinding.

Lalu dari dalam nyala api muncul sebuah penghangat. Gadis itu tersenyum dan mengangkat tangannya ke arah tungku pemanas.  Tetapi pada saat api itu padam, tungku pemanas pun menghilang.  Gadis itu mengambil korek kesua dan menyalakannya. Kali ini dari dalam nyala api muncul beraneka macam makanan dan minuman.

Di depan matanya, berdiri sebuah meja yang penuh dengan hidangan mewah dan hangat. “Wow kelihatannya enak”. Kemudian seekor angsa panggang melayang menghampirinya. Tetapi, ketika ia berusaha menjangkau makanan itu, apinya padam dan hidangan itu menghilang. Gadis itu segera mengambil korek api nya, lalu menyalakan lagi.

23 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *