Pesta Wortel
Begitu malam tiba dan matahari tenggelam. Ketiga babi cilik itu pergi ke pesta wortel di hutan. Tentu saja Serigala licik membuntuti mereka. Mereka bertiga melihat banyak kelinci di pesta itu, tentu saja karena itu adalah pesta wortel.
“Hmmm… perayaan pestanya menyenangkan, Aku ingin mencicipi semua wortel”
Babi-babi cilik bergabung bersama para kelinci dan bersuka ria selama berjam-jam.
“Bersenang-senanglah babi babi. Besok aku yang akan bersenang-senang menikmati daging kalian”
Begitu pesta usai, tiga babi cilik merasa sangat lelah dan mereka kembali ke perkemahan kecil mereka. Dan serigala besar jahat menunggu mereka sepanjang malam.
Ketika terbangun pada hari kedua, dalam tenda Gurki mendengar suara dari luar.
“Keluar Kamu babi Cilik atau dalam sekali tiup akan ku hancurkan tendamu”
“Tendaku sangat kuat, kamu tidak akan bisa untuk berbuat apa apa”
“Baiklah kalau begitu, 1 2 3”
Serigala menarik nafas yang sangat panjang. Lalu ia meniup seluruh dedaunan pada tenda babi cilik yang seketika hancur berkeping-keping. Gurki nyaris tak dapat menyelamatkan diri dan segera berlari menuju tenda kakaknya Torki. Tak lama kemudian Serigala tiba di depan tenda alang-alang yang di buat si anak Tengah.
“Aku tahu kalian berdua berada di dalam tenda, keluarlah babi-babi Cilik atau kuhancurkan tenda kalian”
“Tenda aku tak akan roboh”
“ Baiklah kalau begitu 1 2 3”
Sekali lagi serigala menarik nafasnya panjang-panjang, lalu tiupannya menerbangkan seluruh alang-alang dan tenda pun hancur berkeping-keping. Gurki dan Torki hampir tertangkap. Mereka segera berlari menuju tenda Kakak sulung mereka Torki.
“Kakak tolong kami, Serigala jahat telah menghancurkan tenda kami dan sekarang dia menuju kemari”
“Kita harus bertindak secepatnya… Ikuti aku!!!”
Kekalahan Serigala
Mereka bekerjasama menggali lubang yang dalam di depan tenda. Kemudian mereka naik menggunakan sebuah tangga lalu menutup lubang itu dengan kain mirip rumput. Lalu dengan segera memasuki tenda yang di buat Porki dari cabang-cabang yang kokoh. Mereka menyelesaikan pekerjaan di saat yang tepat, karena tak lama kemudian Serigala lapar itu tiba.
“Keluarlah babi-babi Cilik, percuma sembunyi atau dengan sekali tiupan hebat aku akan menghancurkan tendamu”
“Tak perlu membuang waktu serigala jahat, kamu tidak akan bisa merusakkan tenda ini”
“Lihat saja 1 2 3”
Serigala meniup dengan segenap tenaga, namun tenda itu tak bergeming. Lalu Serigala mendekat satu langkah dan meniup lagi, namun tidak berhasil tenda itu bahkan tidak bergoyang sedikitpun.
Serigala maju satu langkah lagi dan kali ini Iya jatuh pada lubang yang di gali anak-anak babi. Melihat serigala terjatuh, babi-babi cilik keluar tenda lalu melintas melalui bagian pinggir lubang di depan mereka. Kemudian babi bersaudara ini segera pulang menemui Ibu mereka dan menceritakan apa yang terjadi.
“Perkataan Ibu benar, kami semestinya lebih berhati-hati ketika akan berkemah”.
“Pertama-tama kita harus memeriksa linkungan sekitar sebelum mendirikan tenda,dan apapun yang terjadi kita harus membuat tenda yang kokoh”
Ibu babi memeluk anak-anaknya yang tiba di rumah. Dan sepanjang liburan musim panas mereka bermain bersama dan bersenang-senang.
