ABU DZAR AL-GHIFARI (3)

XVIII

ABU DZAR AL-GHIFARI berkeinginan agar para sahabat Rasulullah tidak satu pun yang memegang kekuasaan untuk menumpuk kekayaan. Ia berharap mereka tetap menjadi para pionir yang menunjukkan manusia pada hidayah Allah dan ahli dalam beribadah kepada-Nya sebagaimana sebelumnya.

Abu Dzar benar-benar menyadari tipu daya dunia maupun harta. la juga menyadari bahwa Abu Bakar dan Umar tidak akan pernah datang kembali. la selalu mendengar Rasulullah yang mengingatkan para sahabat terhadap tipu daya kekuasaan.

Beliau bersabda, “Kekuasaan adalah amanah yang pada hari Kiamat akan menyebabkan kesempitan dan penyesalan, kecuali orang yang menerimanya secara benar dan menunaikan kewajiban yang melekat padanya.

” Sikapnya itu telah Abu Dzar menjauhi, bahkan memutuskan hubungan dengan saudara- saudaranya di sebabkan mereka telah menjadi penguasa dan tentu saja memiliki kekayaan yang melimpah.

Pada suatu hari Abu Musa al-Asy’ari bertemu dengan Abu Dzar dan begitu melihatnya, Abu Musa membentangkan kedua tangannya seraya beseru, “Selamat datang wahai Abu Dzar. Selamat datang wahai saudaraku!” Akan tetapi, Abu Dzar justru mendorong Abu Musa dan berkata, “Aku bukanlah saudaramu lagi. Aku hanya menjadi saudaramu sebelum engkau menjadi wali (setingkat gubernur) dan penguasa.”

Demikian pula, suatu hari Abu Hurairah menemuinya lalu merangkul tubuhnya sambil mengucap selamat datang. Akan tetapi, Abu Dzar mendorong Abu Hurairah dan berkata, “Jangan mendekat kepadaku! Bukankah engkau adalah orang yang telah menjadi penguasa kemudian bermegah-megahan dengan bangunan, mengumpulkan binatang ternak, dan tanaman?” Abu Hurairah berusaha keras menyanggah tuduhan tersebut.

Sikap ABU DZAR AL-GHIFARI ini memang tampak berlebihan dalam memandang kekuasaan dan kekayaan. Namun, ia memiliki logika yang di bentuk oleh kebenaran dan keimanannya. Abu Dzar bersikap sejalan dengan impian dan amalnya, dengan perilaku dan pandangannya. Mengikuti model yang telah di contohkan oleh Rasulullah dan kedua sahabatnya: Abu Bakar dan Umar.

107 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment