ABU DZAR AL-GHIFARI (1)

BAB VII

Abu Dzar adalah seorang juru dakwah yang cemerlang, memiliki harga diri yang kuat dan terhormat. Apakah tidak layak jika Rasulullah memberi penghormatan khusus kepadanya? Benar, ia pasti akan mendapat balasan setimpal dan penghormatan yang terus bertambah.

Dada Abu Dzar dan sejarah hidupnya akan menampung bintang jasa tertinggi yang paling indah, paling terhormat, dan paling mulia. Masa demi masa dan generasi demi generasi akan berlalu pergi, sedangkan manusia selalu mengulang- ulang sabda Rasulullah. mengenai Abu Dzar: “Tidak ada lagi di muka bumi dan di bawah naungan langit orang yang lebih jujur perkataannya selain Abu Dzar.”

Kali ini Rasulullah menyatakan tidak ada seorang pun yang lebih benar perkataannya selain Abu Dzar. Beliau seolah telah membaca masa depan sahabatnya itu dan menyimpulkan seluruh gambaran hidupnya dalam kalimat tersebut. Kebenaran yang di ikuti keberanian adalah prinsip dari seluruh kehidupan Abu Dzar. Benar batinnya dan benar pula lahirnya. Benar akidahnya dan benar pula perkataannya.

Dalam kehidupan berikutnya, Abu Dzar menjalani hidupnya secara jujur. la tidak pernah menipu di rinya sendiri maupun orang lain. Ia tidak akan membiarkan seorang pun memalingkan di rinya dari kebenaran. Kejujurannya itu bukanlah merupakan keutamaan yang bisu. Bagi Abu Dzar, kebenaran yang diam bukanlah suatu kebenaran!

Jujur yang di maksud adalah menyatakan secara terang-terangan dan terbuka sesuatu yang hak dan menentang yang batil; mendukung yang benar dan memberantas yang salah. Kejujuran adalah teman setia bagi kebenaran, ungkapan yang berani tentang kebenaran, dan melaksanakannya dengan terpuji. Dengan mata hati yang tajam, bagai menembus alam gaib yang sulit untuk di jangkau, Rasulullah mampu melihat segala kesulitan yang akan di alami oleh Abu Dzar sebagai konsekuensi atas kejujuran dan keteguhannya.

105 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *