ABU DZAR AL-GHIFARI (1)

BAB V

Kaum Quraisy pun segera sadar dan meninggalkan Abu Dzar. Namun, Abu Dzar yang baru saja merasakan manisnya sakit di jalan Allah itu tidak ingin meninggalkan Mekah sebelum melakukan sesuatu yang lebih lagi daripada itu. la pun membuktikannya pada hari berikutnya atau mungkin pada hari yang sama.

la bertemu dengan dua orang wanita yang sedang thawaf mengelilingi dua berhala: Asaf dan Na ilah, seraya berdoa kepada mereka. Abu Dzar mencegat kedua wanita itu lalu di hadapan keduanya berhala-berhala itu ia hina dan rendahkan serendah-rendahnya.

Kedua wanita itu pun berteriak. Orang-orang segera berkerumun laksana belalang kemudian menghajar Abu Dzar hingga taksadarkan diri. Begitu sadar, sekali lagi Abu Dzar berteriak, “Asyhadu an la ilaha illallah… wa asyhadu anna Muhammadarasulullah!”

Rasulullah bisa memahami karakter muridnya yang baru datang itu. Beliau memahami keberanian dan kemampuannya yang cemerlang dalam melawan kebatilan. Hanya saja, saatnya belum tiba. Karena itu, sekali lagi beliau menyuruhnya untuk kembali pada kaumnya hingga saat Abu Dzar mendengar agama Islam telah di dakwahkan secara terang-terangan, ia dapat kembali lagi dan turut berperan mengambil bagian dalam berbagai peristiwanya.

Abu Dzar pulang menemui keluarga dan kaumnya lalu bercerita tentang Nabi yang baru di utus Allah untuk mengajak manusia agar menyembah Allah semata dan membimbing mereka agar berakhlak mulia. Setelah itu, kaumnya masuk Islam satu demi satu. Abu Dzar tidak hanya mengajak kabilahnya, Ghifar, tetapi ia juga mulai beralih pada kabilah lain, yakni suku Aslam dan memancarkan pelita Islam di sana.

105 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *