ABU DZAR AL-GHIFARI (1)

BAB VI

Hari-hari terus berlalu mengikuti perputaran masa. Rasulullah pun hijrah ke Madinah lalu tinggal di sana bersama kaum Muslimin. Suatu hari, kota ini menyambut kedatangan barisan panjang yang terdiri atas para pejalan kaki maupun penunggang (binatang). Langkah-langkah kaki mereka menimbulkan gemuruh dan kepulan debu dalam barisan. Andai bukan karena takbir mereka yang bergemuruh, pasti orang yang melihat akan mengiranya sebagai pasukan kaum musyrikin.

Rombongan besar itu semakin dekat. Selanjutnya, memasuki kota Madinah menuju masjid dan kediaman Rasulullah Rombongan itu adalah kabilah Ghifar dan kabilah Aslam yang di bawa oleh Abu Dzar. Mereka semua telah masuk Islam, baik laki-laki, wanita, orang tua, remaja, maupun anak-anak.

Sungguh wajar jika kali ini Rasulullah semakin takjub dan kagum. Beberapa waktu yang lalu, beliau sangat takjub saat melihat seorang laki-laki dari kabilah Ghifar yang menyatakan iman dan Islam di hadapannya. Ketakjuban beliau itu di ungkapkan dalam sabdanya: “Sesungguhnya, Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Nah, kini seluruh kabilah Ghifar mendatangi beliau dalam keadaan muslim. Kabilah ini telah menjalani hidup dalam Islam beberapa tahun lamanya, sejak mereka mendapat hidayah Allah melalui tangan Abu Dzar. Kabilah Aslam juga ikut bersama mereka. Kini raksasa-raksasa kejahatan dan komplotan setan itu telah beralih rupa menjadi pemuka kebajikan dan pendukung kebenaran.

Benar, sesungguhnya Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Rasulullah memandangi wajah-wajah mereka dengan pandangan yang memancarkan rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasih. Beliau memandang kabilah Ghifar dan bersabda, “Kabilah Ghifar telah di ampuni oleh Allah.” Setelah itu, beliau memandang ke arah kabilah Aslam seraya bersabda, “Kabilah Aslam telah di selamatkan oleh Allah.”

105 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *