Sunan Giri

Para Pengganti Sunan Giri

Sunan Giri pernah memperingatkan umat agar berhati-hati terhadap perubahan jaman. Beliau pernah meramalkan bahwa, di masa yang akan datang akan muncul guru-guru yang merasa ilmunya tinggi. Yang merasa sudah sempurna, mereka mengaku mendapat wangsit dari Tuhan dan karenanya bebas berbuat apa saja.

Guru semacam ini justru akan di ikuti bahkan di puja-puja oleh banyak orang. Bahkan pengikutnya rela mengorbankan harta, harga diri serta  jiwanya demi sang guru. Dalam kenyataannya pada jaman sekarang ramalan Sunan Giri tersebut sudah sering terbukti. Sudah berapa kali masyarakat di bodohi guru-guru semacam itu, mulai dari dukun cabul hingga orang-orang yang mengaku Wali ternyata adalah bajingan.

Raden Paku atau Sunan Giri lahir pada tahun 1442, memerintah Giri Kedaton selama kurang lebih dua puluh tahun. Mulai tahun 1487 hingga tahun 1506. Sewaktu menjadi penguasa Giri Kedaton beliau bergelar Prabu Satmata. Pengaruh Sunan Giri sangat besar terhadap kerajaan-kerajaan Islam di Jawa maupun di luar Jawa. Sebagai bukti adalah adanya kebiasaan bahwa apabila seorang hendak dinobatkan menjadi raja haruslah memerlukan pengesahan dari Sunan Giri.

Giri Kedaton berlangsung selama hampir 200 tahun. Setelah Sunan Giri meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu:

1. Sunan Dalem

2. Sunan Sedomargi

3. Sunan Giri Prapen

 4. Sunan Kawis Guwa

5. Panembahan Ageng Giri

6. Panembahan Mas Witana Sideng Rana

7. Pangeran Singonegoro (bukan keturunan Sunan Giri)

8. Pangeran Singosari

Pangeran Singosari ini berjuang sangat gigih dalam mempertahankan diri dari serangan Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC Belanda dan Kapten Jonker. Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang di lakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pemah menyungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri. Pemberontakan Trunojoyo itu di lakukan karena kesewenang- wenangan  Sunan Amangkurat I yang menumpas dan membunuh 6000 ulama Ahlusunnah yang di tuduh menyebarkan isu ketidakpuasan terhadap raja.  Padahal itu merupakan fitnah dari kaki tangan Sunan Amangkurat I. Mereka adalah para pengikut faham Manunggaling Kawula Gusti,yaitu faham yang di ajarkan oleh Syekh Siti Jenar.  Setelah wafatnya Pangeran Singosari tahun 1679, maka habislah kekuasaan Gin Kedaton. Yang tertinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri.

187 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *