anekadongeng.com Bali Manik Angkeran dan Selat Bali

Manik Angkeran dan Selat Bali

Mencuri Genta

Manik Angkeran bingung. Ia tidak tahu harus minta pertolongan ke pada siapa lagi. Ketika ia sedang merenung, tiba-tiba melihat sebuah genta. Untuk apa genta ini? Apakah genta ini laku kujual?” tanyanya dalam hati.

Manik Angkeran membawa genta itu ke pasar bermaksut untuk menjualnya. Tetapi pada saat ia bertemu dengan temannya, kemudian sang teman berkata. “Manik, aku pernah mendengar bahwa genta ini adalah genta ajaib. Genta ini bisa di gunakan untuk memanggil sosok Naga Besukih yang tinggal di Gunung Agung. Barangkali ayahmu tpernah menemui Naga Besukih untuk meminta kekayaan?” tanya temannya.

“Hmm… benar juga. Pada waktu itu ayah memberiku harta untuk membayar hutang, pasti ayah mendapatkannya dari Naga Besukih,” kata Manik Angkeran. Manik Angkeran tak mau mensia-siakan kesempatan. Kemudian ia segera mendaki Gunung Agung sambil membunyikan genta ajaib itu.

Naga Besukih menemui Manik Angkeran. “Maaf Naga Besukih. Namaku Manik Angkeran, putra dari Sidhimantra. Bolehkah aku meminta sedikit hartamu lagi untuk melunasi hutangku?” ia bertanya.

“Banyak sekali hutangmu? Tapi baiklah, untuk yang terakhir, aku akan memberikanmu sedikit hartaku. Setelah itu, kamu tidak boleh lagi kesini untuk meminta harta,” kata Naga Besukih.

Naga Besukih mengambil hartanya di dalam gua. Tanpa ia sadari, Manik Angkeran mengikutinya. Betapa terkejutnya Manik Angkeran, karena di dalam gua itu bertumpuk emas dan permata! Melihat semua itu, timbul niat jahatnya. Ia berkeinginan untuk membunuh Naga Besukih kemudian menguasai hartanya. Kemudian ia menebaskan pedang ke tubuh Naga Besukih.

Naga Besukih mengalami luka yang cukup serius. la tidak menyangka bahwa Manik Angkeran berusaha membunuhnya. Hal ini membuat Naga Besukih sangat marah lalu menyemburkan api dari mulutnya. Manik Angkeran ketakutan. Ia berusaha melarikan diri. Namun Naga Besukih dengan mudah menangkapnya. Karena terkena semburan sang naga, Manik Angkeran pun terbakar api dan tubuhnya menjadi abu.

148 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Comment