Ande Ande Lumut hanya tersenyum. “Memang benar, ketiga putri Nyal cantik semua. Tapi, aku tetap tidak akan memilih seorang pun dari mereka,” kata Ande – Ande Lumut tanpa memberikan alasan, “Pengawal Tolong panggilkan gadis yang berbaju kuning itu kemari!” kata Ande Ande Lumut sambil mengarahkan telunjuknya ke arah gadis yang duduk paling belakang. Ternyata, gadis tersebut adalah Kleting Kuning.
Berkumpul kembali
Dan Ketika Kleting Kuning tiba di hadapannya, pangeranpun langsung bangkit dari singgasananya. “Aku memilih gadis ini sebagai permaisuriku,” kata Ande Ande Lumut. Semua orang yang hadir di tempat itu merasa terkejut, terutama Nyai Intan dan putri-putrinya. “Ampun, Pangeran! mengapa Pangeran memilih gadis yang tidak terurus itu dari pada ketiga putriku yang cantik ini?” tanya Nyai Intan ingin tahu
Ande – Ande Lumut kembali tersenyum, lalu berkata:”Wahai, Nyai Intan! Aku tidak memilih salah satu dari putrimu, karena putri-putrimu ‘bekas’ si Yuyu Kangkang. Aku memilih kleting kuning , karena dia menolak syarat dari Yuyu Kangkang . Dan itu adalah ujian yang aku rencanakan.” jelas Ande Ande Lumut’
Setelah mendengar penjelasan itu, Nyai Intan dan putri- putrinya sadar bahwa mereka di tolak karena tidak lulus ujian. Sementara itu, Kleting Kuning kebingungan, karena belum juga menemukan sang suami. Namun, ketika Ande Ande Lumut membuka penyamarannya, barulah kleting kuning sadar bahwa lelaki itu adalah Panji Asmarabangun suaminya.
Dan dengan bantuan cambuk pemberian burung bangau, kleting kuning segera berubah menjadi putri yang sangat cantik jelita. Panji Asmarabangun sadar, ternyata Klenting Kuning adalah istrinya sendiri, Dewi Sekartaji. Akhirnya, sepasang suami istri tersebut bertemu kembali dan hidup berhagia. Sebagai ucapan terima kasih mereka berdua, Mbok Rand Dadapan di bawa serta tinggal di istana Jenggala. Sementara itu Nyai Intan dan ketiga putrinya, pulang kembali ke desanya dengan kecewa dan malu.
