“Hai Tuan Putri, Ikutlah sayembara di desa dadapan. Di sana Tuan Putri akan di pertemukan dengan suami Putri. Bawalah cambuk ini! Apabila Tuan Puteri membutuhkan pertolongan, maka gunakanlah cambuk ini,” ujar burung bangau sambil meletakkan cambuk di atas batu. Kemudian burung bangau tersebut terbang ke angkasa dan menghilang. Tanpa berpikir panjang lagi. Kleting Kuning segera pulang ke rumah dan berangkat untuk mengikuti sayembra di Desa Dadapan.
Sementara itu, Nyi Intan dan ketiga anaknya telah sampai di tepian Sungai Bengawan Solo. Mereka bingung karena tidak ada satupun perahu untuk menyeberangi sungai. “Bu, bagaimana caranya kita menyeberangi sungai ini?” tanya Kleting ljo kebingungan. “Iya, Bul Apa yang harus kita lakukan?” tambah Kleting Biru. “Hai, coba lihat itu! Makhluk apa itu?
” Kleting Abang terkejut melihat makhluk yang mengambang di atas sungai. Nyal Intan kemudian melihat dan mengetahui bahwa makhluk itu adalah kepiting raksasa. Menurut cerita di desa, nama kepiting raksasa tersebut adalah Yuyu Kangkang. Dan merupakan utusan Ande – Ande Lumut untuk menguji peserta sayembara yang akan melewati sungai itu
Yuyu Kangkang
“Hai, Kepiting Raksasa! Maukah kamu membantu kami menyeberangi sungai ini?” pinta Kleting Abang. Yuyu Kangkang tertawa lebar. “Ha….ha… ha…!!! Aku akan membantu kalian, tapi kalian harus memenuhi satu syarat,” ujar Yuyu Kangkang. “Apakah syaratmu itu, hai Kepiting Raksasa? Katakanlah!” desak Kleting ljo. “Apapun persyaratanmu, akan kami penuhi, asalkan kamu mau menyeberangkan kami kami . “Kalian harus memberi aku ciuman dulu sebelum ku antar kalian ke seberang sungai,” seru Yuyu Kangkang.
Akhimya, ketiga anak Nyi Intan menyetujui persyaratan yang di minta oleh Yuyu Kangkang. Satu persatu mereka mencium si Yuyu Kangkang. Dan kemudian, Yuyu Kangkang mulai mengantar ke seberang sungai. Setelah mereka sampai di seberang sungai, Kleting Kuningpun tiba di tepi sungai tersebut. Dan ketika Yuyu Kangkang mengajukan syarat sama, Kleting Kuning segera menolaknya. Ia tidak ingin menghianati suaminya. Walaupun tidak mau menerima persyaratannya, ia tetap memaksa Yuyu Kangkang untuk menyeberangkan ke sungai.
Pada saat itu, Kleting Kuning mulai kehabisan kesabaran, la memukulkan cambuknya ke sungai dan air sungaipun surut. Melihat hal tersebut, Yuyu Kangkang merasa takut dan segera m enyeberangkan Kleting Kuning. Bahkan sekaligus di antar samapi di Desa Dadapan.Setibanya di rumah Nyai Intan, Kleting Kuning bertemu dengan ketiga saudara dan ibu angkatnya. Tak berapa lama kemudian.
Sayembara pun di mulai. Dan Secara bergantian, Kleting Abang dan adik-adiknya mulai memperlihatkan kecantikan dan keindahan tubuhnya di depan Ande – Ande Lumut. Namun, Ande – ande lumut tidak merasa tertarik pada ketiga gadis tersebut, dan tidak memilih seoranpun dari mereka.
Melihat kejadian itu, Nyai Intan pun segera berlutut dan memohon agar memilih seorang putrinya untuk dijadikan permaisuri. “Ampun, Pangeran! Hamba mohon, terimahlah salah seorang dari ketiga putriku inil Kurang cantik apalagi mereka dengan dandanan yang sebagus itu? iba Nyai Intan.
