Menolak Pinangan
“ Aaarghhh…. Kau sudah menolakku dan menghina cara makanku !”
“ Maksud saya ….!”
“ Cukup…Baru kali ini aku di permalukan. Kau dan seluruh rakyat negeri ini akan merasakan akibatnya !”
Sepulang dari sana. Sang Raja memerintahkan panglima untuk mempersiapkan armada perang sebanyak mungkin. Tanpa membuang waktu, setibanya kapal perang di Kerajaan Kutai, sang Raja memberikan perintah.
“ Siapkan Meriam ! Kita hancurkan kerajaan ini…!”
Mengetahui kerajaannya terancam, sang putri pun juga bersiap dengan pasukan pemanah di pesisir pantai.
“ Serang … !”
“ Inilah akibatnya jika kerajaan kecil berani menentangku !”.
“Pasukan… Dobrak pintu istana ! Habisi semua musuh… Jangan ada yang tersisa !”
Sang putri cemas melihat serangan gelombang prajurit raja cina yang tak bisa di tandingi tentara perangnya, karena kalah jumlah.
“ Kerajaanku hancur, Ayahanda apa yang harus aku lakukan untuk menjaga negeri ini ? Maafkan aku karena tak mampu untuk menjaganya seperti pesanmu dahulu. “
“ Ahhhh iya… Wasiat ayahanda ! Daun sirih !”
Sang Putri mengambil daun sirih dari wadahnya kemudian mengunyahnya.
“ Apabila benar kesaktian nenek moyangku itu nyata, maka ubahlah sirihku menjadi lipan-lipan ganas yang akan menyerang Raja cina dan pasukannya.”
