Asal Usul Danau Lipan

Tamu dari Cina

“Selamat datang Baginda Raja. Kami telah menyiapkan jamuan istimewa untuk menyambut kedatangan baginda di kerajaan kami.” 

“ Terima kasih atas sambutannya” Telah tersaji berbagai makanan di atas meja. ” Negeri ini lumayan juga, semua makanannya terlihat begitu lezat.” 

“ Semoga hidangan yang kami sajikan ini bisa memuaskan baginda raja. Kami tak sabar untuk segera bekerja sama dengan baginda raja.” 

” Tentu saja !” ” Enak sekali !” ” Rasa yang kuat ini…….pasti dari rempah-rempah itu !. 

“ Iya benar sekali baginda, Jika negara anda membutuhkannya, kami bisa menjual sebanyak yang anda mau“. 

” Ya… Tentu saja !” 

Diam-diam sang putri memperhatikan cara makan tamu kehormatan tersebut. 

“ Aduhh, seorang Raja kok seperti itu. Dia sangat rakus dan cara makannya seperti binatang. Sama sekali tak menghormatiku sebagai tuan rumah. Sungguh membuatku jijik. “ 

“Ngomong-ngomong tuan putri, maksud kedatanganku kemari sebenarnya… bukan hanya bertandang saja !” 

“ Oh iyakah…? Apakah itu baginda raja ?” 

“ Aku ingin meminangmu, jika kita menikah kelak kerajaanmu akan menjadi bagian dari kerajaanku yang agung. Dan kita berdua akan menjadi penguasa yang hebat.” 

“ Sudah gila kau ingin meminangku ? Ehhh maaf, Baginda ingin meminang saya ?” 

“ Iya… Aku menyukaimu. “ 

“ Saya e… Saya tak bisa menerima pinangan baginda, karena…” 

“ Hah… Apa maksudmu ?” 

“ Baginda Raja adalah pemimpin dari kerajaan yang sangat besar. Tetapi bagiku seorang pemimpin yang bersahaja adalah yang bisa menjaga kehormatannya bahkan ketika makan. Itu lebih penting. Jadi maaf aku menolakmu. “ 

114 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *