Sifat Buruk Bujang Beji
“Akan aku tutup aliran sungai Simpang Melawi menggunakan puncak bukit itu”.
Bujang Beji yang di dera rasa dengki itu pun memiliki rencana jahat untuk mengeringkan Sungai Simpang Melawi, agar Marubai tidak bisa lagi mendapatkan ikan. Dengan menggunakan kesaktiannya, Bujang Beji kemudian membelah puncak bukit batu dan kemudian membawa batu besar itu dengan kedua tangannya.
Tanpa disadari oleh Bujang Beji ada seorang bidadari yang mengawasinya.
“Siapa manusia itu, sombong sekali dia memotong Puncak sebuah bukit seenaknya”.
Bidadari tersebut dengan marah melihat ulah Bujang Beji yang dengan seenaknya memotong puncak bukit batu. Tiba-tiba Bidadari tersebut mengirimkan petir dan langsung menyambar tubuh Bujang Beji. Bujang Beji tidak mengira akan ada petir yang menyambar nya, ia pun terkejut dan batu besar itu pun jatuh.
Melihat ada bidadari yang mengirimkankan petir, membuat Bujang Beji menjadi marah.
“Awas kau aku akan menuntut balas”.
Ketika akan mengangkat kembali batu yang jatuh itu, tetapi batu ini susah sekali di angkat. Ada bagian batu yang tertancap sangat dalam ke tanah. Bujang Beji pun tidak berhasil mengangkatnya. Melihat rencananya gagal maka Bujang Beji pun bersiap menuntut balas.
Kemudian dia sengaja menanam pohon kumpang mambu, dan dalam beberapa hari saja pohon tersebut tumbuh sangat tinggi hingga mencapai langit.
Kematian Bujang Beji
“Nah aku akan menuntut balas pada bidadari yang telah menggagalkan rencana ku”.
Sebelum memanjat pohon tersebut, Bujang Beji memberikan sesaji kepada hewan-hewan dan roh hutan agar mereka tidak mengganggu rencananya. Tetapi sepertinya Bujang Beji lupa memberi sesaji kepada rayap dan beruang.
“Lihat Bujang Beji tidak memberi kita sesaji”.
“Kita harus memberinya pelajaran”.
“Kamu ada ide”
“Bagaimana kalau kamu yang mencari ide, aku akan siap membantumu hehehe”.
“Kamu ini, badan saja yang besar giliran di suruh mikir lemot hehehe, kita gerogoti saja pohon itu biar ambruk”.
“Ide yang sangat Brilian aku setuju”.
Tanpa menunggu lama beruang segera menggerogoti bagian bawah pohon kumpang mambu itu. Kemudian rayap bersama pasukannya menyusul menggerogoti pohon kumpang mambu. Sementara itu Bujang Beji hampir mencapai langit, ketika tiba-tiba saja pohon itu bergetar.
Usaha rayap dan beruang berhasil, pohon kumpang mambu itu ambruk setelah mereka gerogoti. Bujang Beji pun jatuh dari ketinggian sehingga menyebabkan kematiannya.
Gagal sudah rencana Buajang Beji untuk mengeringkan Sungai Simpang Malawi serta membalas perbuatan Bidadari. Sedangkan tempat jatuhnya batu raksasa itu kemudian hari di kenal dengan nama Bukit Kelam. Bukit Kelam sekarang ini telah menjadi tempat wisata dengan pemandangan hutan-hutan di sekitarnya yang indah.
