Tujuh Lelaki Bersaudara

Raksasa Baik HAti

“Kami tersesat di sini, kedua orang tua kami sengaja meninggalkan kami di dalam hutan ini”,jawab mereka serempak. Karena merasa iba akhirnya raksasa besar tersebut keluar dari rumahnya dan mempersilahkan mereka untuk masuk. Awalnya mereka sangat kaget namun raksasa itu menyambutnya dengan sangat ramah.

“Tidak apa-apa kita harus terus bersama-sama, sepertinya Ia adalah raksasa yang baik” jawab si kakak. Tidak usah takut kemarilah masuk ke dalam rumahku. Mereka pun masuk ke dalam rumah besar itu dan di persilahkan untuk makan dan minum sepuasnya.

Karena sangat lapar mereka pun makan dengan sangat lahap. Setelah selesai makan raksasa wanita Itu tampak terburu-buru. “ Kalau sudah selesai, segera keluar dari rumah ini sebentar lagi suamiku pulang, jika ia mengetahui keberadaan kalian ia akan memakan kalian”.

Karena sudah tidak sempat untuk melarikan diri, anak-anak itu bersembuyi  di loteng rumah raksasa. Benar saja saat itu raksasa lelaki pulang ke rumahnya, “ sedapnya aroma ini, apa yang kau masak bu? apa daging manusia” tanya raksasa lelaki. “Ya memang ada daging manusia di sini namun tidak untuk di makan sekarang”, jawab raksasa perempuan.

“Wah Kabar baik, kapan aku bisa memakannya”? “Satu atau dua tahun lagi, mereka masih kecil-kecil tunggulah sampai besar sedikit”, jawab raksasa perempuan. Sang raksasa lelaki pun menuruti ucapan istrinya. Selamatlah ke-7 anak tersebut.

Awal Kebahagiaan

Keesokan harinya sang raksasa perempuan menyuruh anak-anak itu untuk segera pergi dari sana, ia memberikan bekal yang banyak uang emas dan permata. “Dari sini bawalah ini untuk bekal keperluan kalian, jaga adik-adikmu dengan baik ya” kata raksasa perempuan.

Ketujuh saudara itu menyusuri hutan yang sangat lebat, menaiki bukit gunung hingga melewati Lembah. Sampailah mereka di sebuah pantai yang sangat luas. Kemudian mereka membuat perahu untuk menyeberangi laut itu. Akhirnya setelah perahu itu Jadi, mereka berlayar dan sampai di sebuah negeri yang di pimpin oleh raja yang bijaksana.

Di negeri itu mereka menjual emas dan permata yang di beri oleh raksasa perempuan. “ ini kami ingin menjual emas dan permata ini”, “ wah darimana kalian mendapatkannya”?, baiklah semua aku beli kata pemilik toko. Kemudian dari hasil penjualan emas dan Permata itu mereka belikan tanah yang sangat luas.

Lalu mereka membaginya rata menjadi 7 bagian. “aku telah membaginya dengan rata masing-masing dari kita mendapatkan luas tanah yang sama” kata si sulung.

Waktu berjalan cepat, tidak terasa sudah 15 tahun mereka tinggal di pulau itu. Selama itu mereka menanami kebunnya dengan berbagai tanaman. Tujuh bersaudara itu pun tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan sukses mengelola perkebunannya.

Si bungsu selalu merasa rindu dengan sang ibu dan ayahnya. Ia pun mengajak keenam kakaknya untuk menemui orang tua mereka. Bagaimanapun mereka yang telah merawat dan membesarkan kita, jadi kita berhutang budi pada mereka. Mereka pun menyusuri desa demi desa untuk mencari orang tuanya.

Hingga tibalah mereka di sebuah desa yang sangat terpencil, di sana mereka menemukan orang tua mereka yang hidup sengsara. Akhirnya mereka mengajak orang tuanya untuk tinggal bersamanya. “Maafkan Ibu nak”. Mulai saat itu kedua orang tua itu menyesali perbuatannya, mereka akan lebih taat beribadah untuk meminta pertolongan kepada Tuhannya.

78 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment