Tujuh Lelaki Bersaudara

Setelah berjalan cukup jauh, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di tengah hutan. “Wahai anak-anak Ayo istirahat dulu”. Kemudian Mereka membuka bekal makanan yang di bawa dari rumah. Anak-anak pun mulai menikmati makanan sederhana itu. Seperti yang di rencanakan tadi malam sepasang suami istri tersebut berniat untuk meninggalkan anak-anaknya di tengah hutan.

Setelah saling melempar kode keduanya pun memulai rencananya. “Sepertinya kita kehabisan air minum, ayah dan ibu akan pergi mencari air di sungai, kalian beristirahat dulu di sini”, perintah mereka. “Tapi jangan lama-lama ya Bu aku takut kalau tidak ada Ibu”,jawab anak-anak serempak. “ Iya nak ibu akan cepat kembali”.

Ke 7 saudara lelaki itu menunggu sangat lama, mereka menanti Ayah dan Ibunya kembali.  Aku khawatir dengan Ibu dan ayah, apakah mereka tidak apa-apa?. “Baiklah Ayo kita siap-siap menyusul mereka” ajak si sulung. “Percuma mereka memang sudah berencana untuk meninggalkan kita di hutan karena mereka sudah tidak mampu memberi makan dan mengurus kita lagi”, jawab nomer 3.

Petualangan di Hutan

“Dari mana kau tahu”, timpal si sulung. “Tadi malam aku Mendengar pembicaraan mereka,”Jawab si nomer tiga’.  Hari pun menjelang malam ketujuh bersaudara itu masih di tengah hutan.  Mereka mencari perlindungan, akhirnya mereka menemukan sebuah celah kayu besar untuk berlindung.

Kemudian  mereka memutuskan untuk tidur di sana sambil menunggu fajar terbit. “Untuk malam ini kita beristirahat di sini dulu ya” kata si sulung. Keesokan harinya anak nomor 2 terus bertanya kepada kakaknya, “Bagaimana Kak kemana kita sekarang kita semua tidak ada yang ingat jalan pulang kasihan adik-adik”.

“Begini saja mulai sekarang kita semua harus saling menjaga, tidak ada yang berpisah aku akan mencari tahu Desa terdekat dari sini, Jawab si sulung. Keesokan harinya anak pertama pun memanjat pohon yang tinggi untuk melihat sekeliling hutan.

Kemudian ia melihat kepulan asap penduduk terdekat, “ nah ke arah sana Ayo kita pergi ke sana ada kepulauan asap pasti di sana ada penduduk”, ajak sang kaka. Mereka pun berjalan menyusuri hutan hingga sampai ke sebuah rumah raksasa, rumah apakah itu besar sekali hati-hati jangan-jangan itu rumah raksasa jahat.

Mereka pun ribut mempermasalahkan rumah tersebut, tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggil dari dalam rumah. Suara perempuan itu sangat besar, “anak-anak Manusia mau apa kamu lewat di sini”, tanya si raksasa. Mendengar suara itu ketujuh saudara itu kaget.

70 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment