Pada suatu hari Malin Kundang melihat sebuah kaal besar yang merapat di Pantai Air Manis. erbesit dalam hatinya untuk pergi merantau, dia bertekad mengubah nasib dirinya dan keluarganya.
Malin Kundang menemui ibunya. Dia pun mengutarakan niat untuk membantu ibunya mencari nafkah di negeri seberang, dengan harapan ketika kembali ke kampung halamannya nanti, ia sudah menjadi orang terpandang dan kaya- raya. “Bu, hari ini ada kapal besar yang merapat, ijinkan Malin berangkat, karena ini kesempatan amat langka buat saya. “Belum tentu dalam setahun ada kapal besar lagi yang merapat di pantai ini. Saya janji akan merubah nasib kita jika saya sudah menjadi kaya raya”.
Petualangan
Pada awalnya sang ibu tidak setuju, tetapi ketika mengingat suaminya yang tidak pernah pulang dan desakan si Malin, akhinya sang ibu menyetujui, meskipun dengan hati yang sedih. Malin Kundang pun akhirnya berangkat dengan menumpang kapal saudagar yang kaya raya tersebut.
Malin Kundang dan ara pemuda yang pergi merantau segera menaiki kapal besar. Mande Rubayah dan orang tua lainnya melepas kepergian anaknya dengan linangan air mata. Dia melihat sudah banyak orang-orang tua yang ikut melepas kepergian anak laki-lakinya untuk pergi merantau ke negeri seberang untuk mengubah nasib diri dan keluarganya.
Ketika di pertengahan jalan , kapal yang di tumpangi oleh Malin Kundang di hadang dan d iserang oleh bajak laut. Semua barang yang di bawa dalam kapal di rampok oleh bajak laut. Dan sebagian besar awak kapal serta pedagang yang berada di dalam kapal tersebut juga di bunuh. Beruntungnya pada saat itu Malin Kundang bisa bersembunyi di ruang kecil yang tertutup oleh kayu, sehingga ia terhindar dari sasaran amukan bajak laut.
Kapal pun terkatung-katung di tengah laut, perlahan-lahan. akhimya kapal yang di tumpanginya sampai pada suatu pantai. Dengan sekuat tenaga Malin Kundang pun berjalan terus hingga akhimya di tolong oleh penduduk desa terdekat dari pantai dan merupakan desa yang amat subur. Malin Kundang pun akhirnya tinggal di desa tersebut. Dengan kegigihan serta keuletan Malin dalam bekerja, itu membuat ia menjadi seorang yang kaya raya. Kemudian Malin Kundang mempersunting seorang gadis bangsawan yang berderajat tinggi untuk menjadi istrinya.
Sesudah kepergian Malin Kundang, setiap pagi dan sore Rubayah selalu pergi ke antai. Dia melihat ke laut, apabila ada ombak besar, dadanya selalu berdebar-debar. Dia mengangkat tangannya dan berdoa kepada Tuhan semoga tidak terjadi apa-apa atau sesuatu yang membahayakan diri anaknya. Apabila ada setiap kapal merapat di Pantai, Mande Rubayah selalu menanyakan kabar tentang anaknya. Tetai semua awak kaal dan nahkodanya tidak mengetahui kabar Malin Kundang.
Perubahan Nasib
Berita kekayaan Malin Kundang dan pernikahannya akhirnya sampai juga ke telinga ibu Malin Kundang tersebut, dan la pun merasa senang sekali dan bersyukur karena anaknya telah menjadi seorang yang sangat sukses. Semenjak mendengar kabar tersebut, sang Ibu setiap hari pergi ke dermaga untuk menantikan anaknya pulang ke kampung halamannya. Tetapi setiap kapal yang bersandar di dermaga tersebut, ia tidak menemukan anak yang di rindukan. Namu ibu berkeyakinan bahwa suatu saat sang anak pasti akan pulang menemuinya.
