“Semua kata ejekan kepada Nabi Nuh di terima dengan sikap dingin, sambil tersenyum beliau menjawab: “Kita tunggu saja saatnya nanti. Sekarang kalian mengejek dan mengolok-olok kami, maka akan tiba saatnya kami yang akan mengejek kalian. Dan kalian akan tahu untuk apa kapal ini kami siapkan. Tunggulah saat azab dan hukuman Allah menimpa kalian semua.”
Banjir Bandang
Kemudian turunlah hujan dari langit yang sangat deras, serta memancur dari bumi dengan dahsyat. Sehingga dalam sekejap mata telah menjadi banjir yang sangat besar melanda seluruh kota dan desa. Menggenangi dataran yang rendah maupun dataran yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit.
Sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang telah terisi penuh. Penumpang di dalamnya adalah para orang mukmin dan pasangan makhluk hidup yang di selamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah. Dengan iringan “Bismillah majraha wa mursaha “kemudian berlayarlah kapal Nabi Nuh menyusuri lautan air, menantang angin yang terkadang lemah lembut dan terkadang ganas dan ribut.
Di kanan dan kiri kapal terlihat orang-orang kafir kalang kabut melawan gelombang air yang menggunung. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari maut yang sudah siap menerkam mereka di dalam gelombang air bah. Di saat Nabi Nuh berada di atas geladak kapal, beliau memperhatikan cuaca dan melihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air.
Tiba-tiba terlihatlah tubuh putra sulungnya yang bernama “Kan’aan” timbul dan tenggelam di permainkan oleh gelombang. Beliau tidak menaruh belas kasihan sama sekali kepada orang-orang yang sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari muncul perasaan cinta seorang ayah kepada putranya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut.
Terdorong oleh suara hati kecilnya, beliau berteriak dengan sekuat suaranya memanggil putranya, namun putranya menolak dan mati diterjang banjir. Nabi Nuh merasa sedih dan berduka cita atas kematian puteranya dalam keadaan kafir ,tidak beriman dan belum mengenal Allah.

I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.