Kisah Nabi Nuh AS

Tetapi dalam waktu yang lama, Beliau hanya berhasil menarik sebagian kecil kaumnya yang mengikuti beliau bertauhid dan beribadat kepada Allah. Walaupun beliau telah menjalankan tugas dengan segala usaha dan sekuat tenaga, serta penuh kesabaran dalam menghadapi penghinaan dan ejekan kaumnya. Karena beliu mengharapkan bahwa akan datang masanya kaumnya akan sadar diri dan datang mengakui kebenarannya.

Namun harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya semakin hari semakin berkurang. Sinar iman dan takwa tidak akan menembus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan iblis. Hal ini tertulis dalam firman Allah: “Sesungguhnya tidak akan ada seorang kaum mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman terlebih dahulu, maka janganlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan.

“Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dan kaumnya dan habislah kesabarannya. Beliau memohon kepada Allah agar menurunkan Azab kepada kaumnya yang keras hati seraya berseru: “Ya Allah! Janganlah KAU biarkan seorang pun dari orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan selalu berusaha untuk menyesatkan hamba-hamba-Mu. Jika Engkau membiarkan mereka tinggal dan hidup, mereka akan melahirkan dan menurunkan anak- anak yang akan berbuat maksiat dan anak-anak kafir seperti mereka.

 “Doa Nabi Nuh akhirnya di dengar oleh Allah SWT dan permohonannya di kabulkan, sehingga beliau tidak perlu lagi memperdulikan dan menghawatirkan nasib kaumnya. Karena mereka akan segera menerima hukuman dari Allah dengan mati tenggelam.

Nabi Nuh Membuat Kapal

Setelah beliau menerima perintah dari Allah untuk membuat sebuah kapal. Beliau segera mengumpulkan pengikutnya dan mulai mengumpulkan bahan-bahan  yang diperlukan. Untuk pembuatan kapal tersebut, Beliau mencari tempat di luar dan agak jauh dari kota. Merekan bekerja dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembuatan kapal yang diperintahkan itu.

Meskipun Nabi Nuh sudah menjauhi kota  agar dapat bekerja dengan tenang tanpa gangguan dari masyarakat lain.Tetapi tetap saja beliau tidak luput dari ejekan, hinaan dan cemoohan kaumnya yang kebetulan lewat  atau sengaja melalui tempat pembuatan kapal itu.

Mereka mengolok-olok Nabi Nuh dengan mengatakan: “Hai Nuh! Sejak kapan engkau menjadi tukang kayu dan pembuat kapal? Bukankah engkau mengaku menjadi seorang Nabi dan rasul, kenapa sekarang menjadi tukang kayu dan pembuat kapal. Sedangkan kapal yang kau buat itu jauh dari air, apakah maksudmu kapal akan di tarik oleh kerbau atau mengharap angin yang akan menarik kapalmu ke laut?

76 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment