Bawang putih & Bawang Merah

“Baik, Nini,” jawab Bawang Putih seraya berpamitan. Sesampai di rumahnya, ia segera menyerahkan baju yang sudah berhasil di temukannya kepada Bawang Merah. Setelah itu, ia segera bergegas ke dapur untuk memasak sayur labu. Betapa terkejutnya ia setelah membelah buah itu. Ternyata, isi labu kuning tersebut adalah perhiasan emas permata. Ibu tiri dan Bawang Merah yang tahu tentang hal ini segera merampas perhiasan dari dalam labu tersebut.

Hukuman Untuk Si Tamak

“Hai, Bawang Putih! Ayo ceritakan bagaimana caramu bisa mendapatkan perhiasan ini!” seru ibu tirinya dengan nada memaksa. Bawang Putih pun menceritakan semua dengan sejujurnya. Setelah mendengarkan cerita itu, Mbok Randha segera menyuruh Bawang Merah untuk melakukan hal yang sama.

Singkat cerita, Bawang Merah pun sampai di rumah Nini Buto ljo Saat di suruh memasak. Tetapi ia tidak bisa melakukannya karena jijik menyentuh peralatan memasak si nenek yang semuanya terbuat dari tulang-tulang. Ia hanya bisa membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek yang ringan saja, seperti menyapu dan mengepel. Itu pun di lakukan dengan malas dan asal-asalan sehingga hasilnya pun tidak bersih.

Meski demikian, Nini Buto ljo tetap akan memberinya hadiah. Bawang Merah pun di suruh memilih satu dari dua labu yang di tawarkan oleh nenek. Karena sifatnya yang serakah, ia memilih labu yang besar. Setelah itu, ia pulang ke rumah. Dengan penuh harapan ia dan ibunya akan menjadi kaya raya karena mengira labu yang telah di pilihnya berisi lebih banyak perhiasan. Karena itu, Bawang Merah menjadi lupa din. Jangankan berpamitan, berterima kasih kepada nenek itu pun tidak ia lakukan.

Ketika sampai di rumah, Bawang Merah bersama ibunya segera membelah labuh itu. Begitu labu itu terbelah, bukannya perhiasan emas permata yang di dapatkan, tetapi segela jenis binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan kelabang. Hewan-hewan beracun itu kemudian menyerang ibu dan anak yang serakah itu hingga tewas.

Akhirnya, Bawang Putih berhasil mendapatkan kembali semua perhiasan emas dan permatanya, kemudian menjualnya sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari.

140 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment