Tersesat karena burung gagak
Kemudian Gagak itu memberitahukan bahwa dia tahu arah tujuan sang raden. Mendengar hal itu hati Raden Inu Kertapati sangat senang karena segera bisa bertemu dengan Dewi Candra Kirana. Dia terus mengikuti arahan burung gagak, dan tanpa sepengetahuan sang raden gagak itu sebenarnya memiliki tujuan lain.
Hingga langkah raden Inu Kertapati terhenti. Karena melihat kakek tua yang bersandar di sebuah pohon. Dia menghampirinya dan memutuskan beristirahat sejenak karena dia sudah lelah sedari tadi mengikuti burung gagak.
Sembari beristirahat raden Inu Kertapati menceritakan semuanya kepada sang kakek. Termasuk mengikuti gagak yang bisa bicara tersebut. Dengan tatapan tajam sang kakek melihat ke arah burung gagak.
Tanpa di duga sang kakek mengeluarkan sedikit kesaktian dan mengarahkannya kepada burung gagak. Seketika burung itu terbakar. Berteriak kesakitan. Burung gagak itu berubah menjadi wujud penyihir.
Bertemu
Ternyata sang kakek adalah orang yang sakti. Dia memberitahu kalau gagak itu adalah jelmaan penyihir dan memiliki niat jahat kepada raden Inu Kertapati. Selain itu sang kakek juga memberitahu jika ingin tujuannya segera tercapai dia harus pergi menuju desa Dadapan.
Sesampainya di desa yang di maksud, Raden Inu Kertapati berhenti di sebuah pondok untuk beristirahat. Sekaligus meminta bekal air minum. karena bekal yang di bawanya telah habis.
Ketika hendak meminta air kepada pemilik pondok, betapa terkejutnya sang raden. Ternyata pondok itu adalah tempat tinggal Mbok Rondo dan Dewi Candra Kirana. Mereka nampak terkejut dan gembira karena tak menyangka akhirnya bisa bertemu kembali.
Pertemuan itu membuat kutukan Dewi Candra Kirana sirna. Mereka pun akhirnya kembali ke Kerajaan Daha. Dewi Candra Kirana menceritakan apa yang telah dialaminnya selama ini kepada sang ayah.
Mendengar kepulangan saudaranya. Dewi Galuh segera melarikan diri dari istana karena takut mendapatkan hukuman atas apa yang dia perbuat.
Akhir cerita Raden Inu Kertapati Dewi Candra Kirana menikah. Dan Mbok Rondo yang telah merawatnya ikut di bawa pulang ke istana. Raden Inu Kertapati dan Dewi Candra Kirana hidup bahagia.
