anekadongeng.com Bali Jayaprana dan Layonsari

Jayaprana dan Layonsari

Niat buruk raja

Seketika muncul niat buruknya untuk merebut Layonsari dari Jayaprana. Usai acara pernikahan Jayaprana dan Layonsari meminta izin untuk kembali ke rumahnya. Sepeninggal mereka Raja mengumpulkan para Patih kerajaan untuk meminta pendapat mereka tentang cara menghabisi nyawa Jayaprana.

Lalu Patih Sawunggaling memberikan usul bahwa Raja harus menitahkan Jayaprana pergi ke teluk terima untuk menyelidiki perahu yang hancur. Kemudian Jayaprana di panggil oleh Raja kalianget yang sangat di hormatinya.

“Besok pagi berangkatlah ke teluk terima untuk menyelidiki perahu yang kandas”

“Baik baginda”

Tanpa rasa curiga sedikitpun Jayaprana langsung menerima titah Sang Raja dan kembali ke rumah untuk menyampaikan berita itu kepada istrinya.

“Kanda sebaiknya urungkan saja niat Kanda, Dinda khawatir terjadi sesuatu bisana firasat Dinda tidak enak”

“Tidak Dinda, ini adalah perintah Raja, kanda harus berangkat. Dinda tidak perlu cemas nyawa ada di tangan Tuhan”

Keesokan harinya Jayaprana berangkat ke teluk terima bersama Patih Sawunggaling dan sejumlah prajurit istana. Namun ketika sampai di hutan lebat Patih Sawunggaling menikam Jayaprana di lambung kirinya hingga tewas.

Kekacauan

Setelah Jayaprana tewas, Patih Sawunggaling dan pasukannya kembali ke istana. Namun di tengah perjalanan mereka bertemu beberapa Macan Putih yang tiba-tiba menyerang hingga patih sawunggaling dan beberapa lainnya tewas.

Kabar tewasnya Jayaprana pun sampai ke telinga Raja dengan bergegas ia segera menghampiri Layonsari dirumahnya. Ia pura-pura berduka menyampaikan kabar tewasnya Jayaprana di hadapan Layonsari.

Kemudian dengan memaksa Raja kalianget meminta Layonsari untuk menjadi istrinya. Namun Layonsari menolak dengan alasan belum bisa melupakan suaminya.

Raja marah besar ia langsung menarik tangan Layonsari agar mau ke Istana, namun Layonsari meronta-ronta menolak sambil menangis. Di tengah-tengah teriakan, Layonsari melihat sebuah keris terselip di pinggang sang raja. Lalu Layonsari mengambil dan menusukan keris tersebut pada dirinya sendiri.

Raja Kalianget terkejut dan tidak menyangka Layonsari akan menikam dirinya sendiri. Lalu ia berteriak histeris melihat tubuh Layonsari tergeletak di tanah. Raja Kalianget seperti Kehilangan Arah ia menyerang apa saja yang ada dihadapanya hingga membuat kacau di kerajaannya sendiri.

Perilaku sang raja meresahkan seluruh kerajaan dan para Patih kerajaan akhirnya memutuskan untuk menangkap raja dan memasukkannya kedalam penjara.

Sifat Raja Kalianget yang menghalalkan segala cara dengan memerintahkan patihnya untuk membunuh Jayaprana mengakibatkan kehancuran kerajaannya. Akibat ucapan yang arogan bahwa ia akan gila jika tidak menjadikan Layonsari sebagai istri pada akhirnya ia termakan omongan nya sendiri.

Hingga kini makam Jayaprana menjadi kawasan wisata yang banyak di kunjungi wisatawan di Bali. Tak hanya kisahnya yang menyedot perhatian pengunjung Namun lokasi dan posisi makamnya yang indah karena memiliki pemandangan laut juga menambah daya tarik tersendiri.

262 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment