“Di mana makanan ku ?“
Mbok Srini segera menyuruh anaknya melarikan diri dan memberikan 4 bungkusan pemberian sang pertapa. Melihat sang ibu dalam bahaya Timun Mas mencoba memancing Buto Ijo untuk mengejarnya.
“ Heiii… Aku disini ! Kejar aku !”
Tak ingin kehilangan santapannya, Buto Ijosegera mengejar Timun Mas. Ia berlari sekuat tenaga kedalam hutan agar tidak tertangkap. Meskipun Buto Ijo mengejar hanya dengan berjalan namun bisa menyusul nya. Karena langkah kaki Buto Ijo sangat jauh.
Teringat nasihat ibunya, ia lalu melempar kantong pertama berisi biji mentimun ke arah Buto Ijo. Secara ajaib biji mentimun itu tumbuh dengan cepat dan lebat. Jalan Buto Ijo pun tertutupi. Tanaman mentimun itu menjalar ketubuhnya hingga menjerat dengan erat.
Akan tetapi dengan mudah Buto Ijo melepaskan diri. Buto Ijo terus mengejar Timun Mas yang lari ketakutan. Saat Buto Ijo hendak mendekat, Kemudia ia melemparkan kantong kedua yang berisi jarum. Seketika hutan bambu tumbuh lebat. Bambu itu menjebak serta melukai tubuh Raksasa Buto Ijo.
Segera Timun Mas berlari meninggalkannya. Merasa di remehkan, Buto Ijo pun mengamuk. Dia mengambil beberapa batang bambu dan melemparkannya. Dengan susah payah Timun Mas berusaha menghindari bambu yang berjatuhan.
Tibalah Timun Mas di tepi sungai. Dia sudah sangat kelelahan. Terdengar suara langkah kaki dan teriakan Buto Ijo semakin mendekat. Melihat Buto Ijo yang berhasil mendekatinya, Ia segera melemparkan kantong yang ketiga berisi garam kearah sungai.
Timun Mas ketakutan dan berharap kantong itu bisa menghentikan pergerakan Buto Ijo. Seketika ombak besar menerjang tubuh Buto Ijo. Raksasa itu terseret ombak menjauh dari Timun Mas. Buto ijo sangat marah karena sudah di buat kesusahan oleh seorang anak kecil.
Kemenangan Timun Mas
Gadis kecil itu terus berlari sekuat tenaga hingga menaiki sebuah bukit. Buto Ijo yang di penuhi amarah, dengan cepat menyusul Timun Mas. Tebing yang tinggi pun di panjatnya. Dia berharap Buto Ijo tak bisa menjangkaunya. Namun sayang, raksasa itu masih bisa memanjat tebing.
Timun Mas tidak bisa menghindar lagi, di tangannya kini hanya tersisa satu kantong pemberian dari pertapa sakti. Dia melemparkan kantong itu dengan sekuat tenaga ke arah raksasa Buto Ijo. Tak ingin kejadian sebelumnya terulang, Buto Ijo menangkisnya dan kantong itu pun jatuh ketanah.
Dengan Sombongnya Buto Ijo tertawa kegirangan. Kantong terakhir yang berisi terasi berubah menjadi lautan lahar panas. Buto Ijo masih belum menyadarinya dan terus tertawa sambil memukul-mukul batu. Timun Mas yang putus asa hanya bisa pasrah kepada keadaan.
Dia berharap ada pertolongan datang untuk menyelamatkannya. Sungguh sial, pijakan buto ijo runtuh akibat di pukul berkali-kali. Buto Ijo akhirnya terjatuh kedalam lahar panas. Raksasa itu berjuang meloloskan diri. Dia berteriak kesakitan. Kemudian Buto Ijo tenggelam didalam lautan lahar panas.
Akhirnya Timun Mas dapat menghentikan Buto Ijo untuk selamanya. Usai melawan Buto Ijo, ia lalu kembali pulang menemui ibunya.
” Ibu.. Aku Berhasil !”
Mbok Srini sangat bahagia melihat anaknya berhasil kembali pulang dengan selamat dan mengalahkan sang raksasa Buto Ijo. sang raksasa Buto Ijo.
” Buto Ijo sudah aku kalahkan. “
Rumah mereka kini sudah tidak bisa di tinggali lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah tempat dan hidup berdua menjalani hari-hari dengan bahagia selamanya.
