Berkumpul Kembali
“Dato Tuan Dato Tuan Dato Tuan”
“Hei…siapa itu siapa di sana keluarlah”
“Hentikanlah emosi dan langkahmu, janganlah kamu bertarung dengannya, janganlah kamu bertarung dengan anakmu sendiri”.
“Anakku…anakku, hai jangan-jangan kau??? siapakah namamu anak muda? Siapakah ibumu?”
“Perkenalkan, nama saya adalah Raden Nuna Putra Janjak, ibu saya bernama Dewi Mas”
“Oh anakku…Maafkan ayahmu yang tak mengenalimu, dimanakah ibumu? apakah ia baik-baik saja?”
“Beliau baik-baik saja Ayah”
Akhirnya Datu Tuan pun menjemput istrinya Dewi Mas untuk kembali ke istana. Sekembalinya ke istana kerajaan, Dewi Mas tidak menaruh dendam pada Sanggar Tutul dan mereka pun hidup damai.
Beberapa tahun kemudian Raden Nuna kian bertambah dewasa dan ia menggantikan Datu Tuan sebagai raja. Sementara itu usia Datu Tuan semakin tua, tetapi perilaku beliau nampak semakin bijaksana. Dewi Rinjani sering menemani ayahnya tersebut. Hingga pada suatu hari Datu Tuan mengajak sang putri untuk bertapa di Gunung.
Datu Tuan bertapa dengan sungguh-sungguh dan khusyuk, begitu pula dengan Dewi Rinjani ia sungguh khusyuk dalam berdoa mohon kepada Sang Kuasa. Permohonannya agar kerajaan dan rakyatnya di berikan ketentraman dan kesejahteraan. Ternyata para Jin di gunung tersebut mengetahui kekhusyukan doa Dewi Rinjani, dan kemudian Dewi Rinjani pun di angkat sebagai Ratu oleh para jin dan Terus menetap di Gunung tersebut.
Gunung itu kini biasa di kenal sebagai Gunung Rinjani, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Gunung ini juga menjadi gunung berapi terindah yang berada di Lombok. Tepatnya Gunung Rinjani berada di bawah empat kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara
Pesan dari cerita ini adalah Selalu Bersikap Sabar dan Ikhlas
