Sigarlaki dan Limbat

Hilangnya daging persediaan

Ketika sampai di rumah, Limbat melihat bahwa sisa daging hasil buruan kemarin sudah tidak ada. Ia pun pergi untuk menemui tuannya. “Tuan, tuan.. daging buruan yang kita simpan telah hilang,” lapor Limbat sambil terburu-buru menghampiri Sigarlaki.

Pada saat itu, Sigarlaki yang masih sangat kesal karena tidak mendapatkan binatang buruan, langsung menuduh Limbat telah mencurinya..

“Hah, bagaimana mungkin dagingnya bisa hilang? Tidak ada seorang pun yang masuk ke rumahku. Pasti kamu yang mencurinya!” tuduh Sigarlaki.

“Bukan tuanku, bukan aku yang mencurinya. Bagaimana mungkin aku mencuri barang milik Tuan ku sendiri,” sangkal Limbat.

“Ah, sudahlah. Lalu siapa yang mencuri daging itu selain kamu? Sedangkan tidak ada orang lain yang keluar masuk kecuali kamu,” tuduh Sigarlaki.

Betapa sedih dan kecewanya hati Limbat karena di tuduh oleh tuannya. Bagaimana mungkin ia berbuat buruk dengan mencuri di tempat majikan yang sudah di ikutinya selama bertahun-tahun.

“Tega sekali tuanku menuduh mencuri daging itu,” kata Limbat di dalam hati.

Karena Limbat tidak merasa bersalah, ia tetap membela diri dari tuduhan Sigarlaki. Karena Limbat terus menyangkal tuduhannya, Sigarlaki juga semakin ingin membuktikan kebenarannya. Pada akhirnya, Sigarlaki meminta Limbat untuk dapat menunjukkan bukti bahwa memang bukan dia yang mencuri.

“Kalau memang kamu tidak mencurinya, coba kau buktikan. Tombakku ini  akan aku tancapakan ke dasar kolam. Kamu pun harus ikut menyelam bersamaku ke dalam kolam tersebut. Apabila tombak ini keluar terlebih dahulu daripada kamu, berarti kamu tidak mencurinya. Namun, apabila kamu keluar terlebih dahulu, berarti kamulah yang mencurinya,” ucap Sigarlaki.

128 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Comment