anekadongeng.com Bali Legenda Garuda Wisnu kencana

Legenda Garuda Wisnu kencana

Anekadongeng.com | Legenda Garuda Wisnu kencana. Pada zaman dahulu di Pulau Bali hiduplah seorang resi Sakti bernama resi Kasyapa. Sang resi sakti memiliki dua orang putri, putri pertama bernama Kadru dan putri kedua bernama Winata.

Suatu hari resi Kasyapa memberikan kepada kedua putrinya masing-masing sebutir telur berwarna putih yang besar.

“Kadru dan Winata, jagalah telur-telur itu apapun yang menetas harus kalian rawat seperti anak sendiri”.

“Siap Ayahanda”

Setelah beberapa bulan, telur-telur itu pun menetas. Telur milik Kadru menetas dan melahirkan 9 ekor naga, sedangkan telur milik Winata menetas dan melahirkan seekor burung elang. Burung elang tersebut oleh Winata di beri nama garuda.

Memelihara sembilan ekor naga membuat Kadru kewalahan, setiap hari 9 ekor naga itu selalu ribut dan berlarian ke sana kemari.

Sedangkan Winata setiap hari dengan sabar memelihara Garuda. Dia memberinya makan dan membantunya belajar terbang. Rasa dengki selalu menghinggapi manusia yang berhati buruk, demikian juga dengan kadru. Setiap hari melihat Winata yang tidak kerepotan mengurus Garuda, Kadru pun merasa dengki. Lalu dia pun mencari rencana jahat agar Winata mau memelihara sembilan ekor naga miliknya.

Niat Licik Kadru

Keesokan harinya, Kadru menemui ayahnya.

“Ayahanda, seumur-umur baik saya maupun adinda Winata belum pernah melihat kuda Ucai Swara, bilamana Ayahanda berkenan mendatangkan kuda Ucai swara kemari agar kami bisa melihatnya”.

“Baiklah besok akan kupanggil Ucai Swara suara kemari”

Setelah menemui ayahnya, Kadru kemudian menemui adiknya Winata.

“Adinda, ada kabar gembira. Besok Ayahanda akan memanggil kuda Ucai Swara kemari, kita berdua selama ini belum pernah melihat kuda yang bisa terbang itu”.

“Wah, benarkah??  selama ini kita hanya pernah mendengar namanya tapi belum pernah melihat wujudnya seperti apa”

“Nah bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?  apa warna kuda terbang itu. Tapi, yang kalah harus mematuhi perintah yang menang bagaimana??”

“Baiklah aku setuju, aku menebak kuda tersebut berwarna hitam”

“Aku menebas Kuda itu berwarna putih”

Setelah terjadi kesepakatan menngenail imbalam bagi pemenang tebakan tersebut. Lalu Kadu menemui anak-anaknya”.

“Dengar ya, Aku baru saja bertaruh dengan Winata. Apa warna kuda Ucai Swara. Aku menebak warna Kuda itu hitam sedang Winata menebak warna Kuda itu putih”.

“Aduh ibu, kuda itu berwarna putih”

“Tahu dari mana kamu??”

“Aku tadi bertanya kepada kakak resi”, Huhuhu kalah kita, hahaha habislah kita di ejek sama Garuda”.

“Diam kalian..hmhm aku ada ide. Kalian Cegat kuda Ucai Swara sebelum datang kemari. Kemudian kalian Sembur sehingga Kuda itu berwarna hitam. Kalian mengerti !!!”

“Iya ibu kami mengerti”

273 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *