anekadongeng.com Bali Legenda Garuda Wisnu kencana

Legenda Garuda Wisnu kencana

Kalah Taruhan

Keesokan harinya, kuda Ucai Swara dalam perjalanan menuju ke rumah resi  Kasyapa. Ketika masih dalam perjalanan tersebut, tanpa sempat di sadari oleh kuda Ucai Swara 9 naga menyemburnya. Akibatnya tubuh kuda Ucai Swara berubah dari putih menjadi hitam legam.

“Dasar anak-anak nakal, awas kalian!!”

“Lihatlah Adinda. Kida Ucai Swara suara berwarna hitam. Nah mulai sekarang Kamu harus mematuhi semua perintahku”

Setelah itu, sesuai perjanjian, Winata harus mengurus 9 ekor naga. Sedangkan Kadru setiap hari hanya bermalas-malasan saja. Selama bertahun-tahun Winata harus memelihara 9 ekor Naga tersebut.

Sampai suatu ketika Garuda yang sudah dewasa bertanya kepada ibunya.

”Ibu, kenapa harus repot-repot mengurus 9 Naga itu. Padahal mereka itu bukan anak-anak ibu?”.

Winata pun menjelaskan asal usulnya hingga dia terpaksa mengurus 9 ekor naga tersebut. Garuda yang mengetahui hal tersebut menjadi sangat marah.

“Pasti ini ulah licik 9 ekor naga itu. Aku sudah terbang ke kayangan dan melihat sendiri kalau kuda Ucai Swara itu berwarna putih”.

Garuda yang sangat marah segera menemui 9 Naga. Dan mereka bertarung dengan sangat dahsyat.

“Aduhhhh..ampun garuda, aku mengaku kalah,… sisikku mengelupas karena cakarmu. Ibu tolong aku!!!”

Garuda yang cakarnya sangat kuat dan bisa terbang mampu mengalahkan 9 ekor naga tersebut dengan mudah. Kemudian ia pun menemui Kadu.

Garuda Bertemu Dewa Wisnu

“Garuda, meskipun kamu bisa mengalahkan anak-anakku, bukan berarti ibumu bisa bebas. Ibu mu bisa bebas, tetapi kamu harus membawa Tirta Amarta dan kau berikan kepada anak-anakku”.

Tirta Amarta adalah air keabadian. Siapapun yang meminumnya meskipun hanya setetes akan hidup abadi. Garuda pun kemudian terbang menjelajahi tujuh samudra mencari Tirta Amarta selama berhari-hari. tetapi air Keabadian yang di carinya tidak kunjung ketemu.

Hingga sampai akhirnya Garuda bertemu dengan Dewa Wisnu.

“ Hai burung elang raksasa, sudah berhari-hari aku melihatmu menjelajahi  7 samudera,  Sebenarnya apa yang kamu cari”.

Garuda pun menjelaskan tentang tujuannya mencari air Tirta Amarta.

“Aku bisa memberikan secangkir air Tirta Amarta dengan syarat engkau mau menjadi tungganganku”.

Garuda pun dengan senang hati menyetujui syarat dari dewa Wisnu tersebut. Kemudian deangan membawa air Tirta Amarta ia pun menemui Kadru.

“Wah kamu berhasil mendapatkan Tirta Amarta, dengan ini ku bebaskan ibumu”.

Namun, ketika Kadru hendak memberikan cangkir berisi Tirta Amarta, tiba-tiba datang Dewa Indra dan merebut cangkir tersebut. Sehingga sebagian isi Tirta Amarta jatuh ke rumput ilalang yang berdaun tajam. Dengan rakus  9 Naga berebut menjilati rumput ilalang.

Namun sayang rumput ilalang yang berdaun tajam itu membuat lidah naga terbelah bagian tengahnya.

“Itulah hukuman buat kalian yang bertindak serakah dan suka mempermudah orang lain. Mulai dari sekarang seluruh keturunan kalian akan memiliki lidah bercabang. Sebagai pelajaran bagi siapa saja yang berani berbuat sewenang-wenang di muka bumi ini”.

Garuda juga memenuhi janjinya kepada dewa Wisnu sebagai tunggannya. Garuda mengantarkan Dewa Wisnu ke seluruh penjuru Bumi dan langit. Sejak itulah sang garuda kemudian di kenal dengan julukan Garuda Wisnu Kencana. Kegigihan perjuangan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan, mengilhami para pendiri bangsa ini. Lalu mereka menggunakan burung Garuda sebagai simbol negara kesatuan Republik Indonesia.

273 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *