Nabi Ismail AS

Air Zamzam

Namun masih saja nihil. Saat beliau berada di puncak Marwah beliau mendengar sesuatu. Kemudian beliau berusaha untuk diam dan kembali mendengarkan suara itu dengan seksama. Dan suara itu Muncul lagi.

Ternyata suara itu adalah suara dari malaikat jibril yang berada di dekat sumber air zam-zam. Kemudian Jibril mengambil air dengan sayapnya hingga air keluar memancar. Akhirnya Siti Hajar dapat meminum dan bisa kembali menyusui bayinya.

Kemudian malaikat Jibril berkata

“Janganlah kamu takut di telantarkan, karena di sini adalah rumah Allah yang akan di bangun oleh anak ini dan ayahnya, Dan Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-hambanya.

Kisah Nabi Ismail dan ibunya Siti Hajar yang tinggal di Mekah masih terus berjalan hingga datanglah sekelompok suku jurhum yang datang dari bukit Kadaa’ dari bagian bawah Mekkah.

Mereka melihat sekelompok burung yang berputar-putar di suatu wilayah mereka berharap burung yang berputar-putar itu merupakan tanda adanya sumber air. Lalu mereka mengirimkan dua orang utusan untuk mendatangi lokasi burung tersebut. Dan benar saja ternyata  burung-burung tersebut mengelilingi sumber air.

Lalu dua orang dari suku jurhum itu kembali dengan cepat untuk memberitahukan kelompoknya. Setelah itu mereka bersama-sama mendatangi sumber air tersebut. Saat itu Siti Hajar sedang duduk di dekat sumber air lalu salah satu dari suku jurhum berkata.

“Apakah kamu mengizinkan kami berdua untuk singgah bergabung denganmu di tempat ini?”.

Lalu Siti Hajar menjawab

“Iya boleh, namun kalian tidak berhak memiliki air”.

Suku Jurhum

Kemudian merekapun menyepakatinya. Siti Hajar pun merasa senang, karena dengan keberadaan keluarga jurhum dirinya tidak merasa kesepian lagi. Dan mereka pun tinggal bersama dengan rukun. Bahkan Ismail mulai belajar bahasa Arab dari keluarga jurhum itu.

Nabi Ismail tumbuh menjadi anak yang pintar dan berahklak mulia seperti yang telah diajarkan oleh ibunya. Hari Demi Hari Berlalu ismail pun tumbuh menjadi seorang dewasa saat inilah ia akan bertemu dengan ayahnya yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Nabi Ibrahim Alaihissalam kemudian bisa menjalani hari bersama anaknya tercinta itu. Pada suatu hari Nabi Ibrahim bermimpi bahwa ia menyembelih putranya yaitu Ismail. Ketika terbangun beliau menyadari bahwa mimpi itu merupakan petunjuk dari Allah SWT.

Kemudian Nabi Ibrahim mendatangi anaknya lalu menyampaikan mimpi yang dialaminya. Dan nabi Ibrahim Alaihissalam berkata kepada Ismail

“Wahai anakku Ismail, Sesungguhnya aku bermimpi di perintah oleh Allah SWT untuk menyembelih mu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?”

Ismail menjawab

Wahai ayahku kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS As-Shaff ayat 102 )

Qurban

Kemudian Nabi Ibrahim pun membawa Ismail ke Mina. Setelah sampai di sana Ibrahim mengikatkan kain di atas muka anaknya agar ia tidak dapat melihat raut wajah sang anak yang bisa membuatnya terharu. keduanyapun telah mempersembahkan diri dan menyerahkan dirinya kepada Allah. Setelah itu Nabi Ibrahim mendengar seruan Allah

“Wahai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu dan sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

Tidak lama setelah itu malaikat jibril membawa kambing besar dan meletakkannya sebagai pengganti Ismail yang akan di sembelih. Dari peristiwa ini lahir kemudian turun perintah Allah bagi seluruh umat muslim untuk menunaikan kewajiban berkorban.

Perintah Allah SWT agar Nabi Ibrahim Alaihissalam mengorbankan anaknya adalah simbol mengorbankan apa yang paling di cintai untuk Tuhan. Nabi Ibrahim AS pun melakukannya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melanjutkannya dan mengabadikannya dalam syariatnya.

Begitu pentingnya ibadah Qurban ini. Sampai ada peringatan keras bagi umatnya yang mampu namun tidak melakukannya.

Barang siapa yang berkelapangan harta namun tidak mau berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.

Dan inilah sedikit kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam yaitu awal mula syariatnya berkorban dan mudah-mudahan bermanfaat

Wallahu A’lam Bishshawab

352 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *