Kisah Nabi Hud AS

Namun seruan Nabi Hud kepada mereka benar-benar tidak dihiraukan. Seperti yang di ceritakan di dalam Al Qur’an surat Al-A’raf ayat 70. “Mereka berkata, ‘Apakah kedatanganmu  kepada kami, agar kami hanya menyembah  Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa telah di sembah oleh nenek moyang kami? Maka, kalau begitu buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!’”.

Akibat dari penolakan keras kaum Ad kepada Nabi Hud, serta telah menyekutukan Allah SWT, maka Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan mendatangkan gumpalan awan hitam pekat.

Melihat awan hitam tersebut kaum Ad merasa gembira di karenakan mereka mengira awan tersebut pertanda datangnya hujan. Dengan datangnya hujan, maka akan menyelamatkan ladang pertanian mereka dari musibah kekeringan.

Angin Dahsyat

Namun ketika mereka tengah bersorak, Nabi Hud memberi mereka peringatan, bahwa awan hitam datang bukanlah pertanda baik akan turunnya hujan. Tetapi merupakan pertanda buruk bagi kaum Ad karena telah menyekutukan Allah.  Lagi-lagi mereka tidak menghiraukan peringatan beliau, dan tetap tidak mau percaya akan segala perkataan dan tetap meminta bukti atas peringatan beliau tersebut.

Hingga pada akhirnya Allah SWT benar-benar menimpakan azab kepada kaum Ad dengan datangnya angin topan yang sangat dahsyat. Angin topan tersebut langsung memporak porandakan dan menghancurkan rumah, bangunan, ladang, berhala dan hewan ternak, serta harta benda kaum Ad.

 Kedahsyatan angin topan tersebut di riwayatkan dalam  Alquran surat Al-Haqqah ayat 6-8. “Sedangkan Kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus menerus. Maka kamu melihat Kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?”

Ketika terjadi bencana angin topan yang sangat dahsyat tersebut, apakah yang terjadi kepada Nabi Hud dan para pengikutnya? Tentu saja mereka telah di selamatkan oleh Allah SWT.

Nabi Hud dan para pengikutnya tetap berdiam diri di dalm rumah tanpa merasakan bahaya dari angin topan tersebut. Setelah kejadian yang telah menimpa kaum Ad, Kemudian beliau dan para pengikutnya berpindah dan menetap daerah Hadramaut. Beliau tinggal di sana hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

91 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *