anekadongeng.com Cerita Islami MUSH’AB BIN ‘UMAIR ( III )

MUSH’AB BIN ‘UMAIR ( III )

Usaid pun meninggalkan mereka dalam waktu cukup lama. Setelah itu, Usaid kembali dengan rambut yang sudah basah, dan masih meneteskan air sisa bersuci. Lalu la berdiri dan mengumumkan  bahwa di rinya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Berita keislaman Usaid pun tersebar begitu cepat bagai cahaya. Selanjutnya, datanglah Sa’ad bin Mu’adz untuk mendengarkan kata-kata Mush’ab. Setelah mendengar keterangan dan penjelasan Mush’ab, ia pun merasa puas lalu masuk Islam. Setelah itu, di ikuti oleh Sa’d bin ‘Ubadah. Dengan keislaman mereka bertiga, selesailah persoalan dengan berbagai suku di Madinah.

Penduduk Madinah berdatangan satu sama lain dan saling bertanya, “Jika Usaid bin Hudhair, Sa’d bin Mu’adz, dan Sa’d bin ‘Ubadah telah masuk Islam, lalu apa lagi yang kita tunggu? Mari kita segera mendatangi Mush’ab untuk beriman bersamanya. Kebanyakan orang berkata bahwa kebenaran itu terpancar dari celah-celah giginya.” Demikianlah duta Rasulullah yang pertama ini telah berhasil  dengan gemilang.

Keberhasilan yang memang layak dan pantas di raih oleh Mush’ab bin ‘Umair. Hari demi hari dan tahun demi tahun terus berlalu hingga tiba masanya Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah. Di sisi yang lain, kaum Quraisy semakin larut dalam kedengkian. Mereka mulai mempersiapkan rencana batil untuk mengejar para hamba Allah yang saleh. Perang Badar pun terjadi hingga mereka mendapat pelajaran yang membuat mereka kehilangan akal sehat dan selalu berusaha untuk menuntut balas.

BAB IX

Saat terjadi Perang Uhud, kaum Muslimin sedang mempersiapkan diri dengan mengatur barisan. Sementara itu, Rasulullah berdiri di tengah-tengah barisan mereka, dan menatap setiap wajah mereka untuk memilih, siapakah yang berhak membawa bendera Islam. Kemudian Beliau memanggil Mush’ab bin ‘Umair dan Mush’ab pun akhirnya tampil sebagai pembawa bendera kaum Muslimin.

Pertempuran yang sangat sengit berkobar dan terjadi begitu dahsyat. Namun, sangat  di sayangkan para pasukan panah melanggar apa yang sudah di perintahkan  Rasulullah dan meninggalkan posisi mereka di atas bukit. Mereka melakukan itu karena melihat kaum musyrikin yang telah  mundur dengan kekalahan. Akibat perbuatan mereka itu, keadaan menjadi berbalik dari kemenangan kaum Muslimin berubah menjadi kekalahan.

Pasukan kaum Muslimin terkejut oleh serangan balik dari pasukan berkuda Quraisy yang mengepung dari atas bukit secara mendadak. Kemudian mereka menyerang pasukan kaum Muslimin yang dalam keadaan lengah. Mereka menyerang  dan mengamuk dengan pedang-pedang yang haus darah.

Ketika melihat musuh yang ganas,kekacuaan dan ketakutan membuat porak-poranda barisan perang pasukan kaum Muslimin, dan mereka pun memusatkan serangan untuk langsung membunuh Rasulullah. Mush’ab bin ‘Umair menyadari bahaya yang datang, la pun mengangkat bendera tinggi-tinggi dan mengumandangkan takbir laksana singa yang mengaung. la segera melompat ke tangah pertempuran, mengamuk, dan berputar membabi buta untuk menghadapi musuh. Satu-satunya keinginanya  adalah menarik perhatian musuh, agar mereka meninggalkan Rasulullah.

Mushab bergerak dan berperang seorang diri bagaikan satuan pasukan besar dan banyak. Sungguh meskipun seorang diri. Mush’ab bertempur bagaikan pasukan perang yang besar. Satu tangannya memegang bendera sementara tangan satunya  menebaskan pedang dengan gagah berani. Namun, apalah daya musuh pun kian bertambah banyak. Kemudian mereka mulai mengepung Mush’ab, ingin segera membunuhnya sehingga  segera bisa mendapatkan Rasulullah. Saat ini, marilah kita menghadirkan seseorang untuk menjadi saksi mata. Yang akan menceritakan perjuangan dan detik-detik terakhir kehidupan Mush’ab yang agung. Ibnu Sa’d menuturkan bahwa Ibrahim bin Muhammad bin Syarahbil al-‘Abdari menceritakan dari ayahnya. la berkata, “Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin ‘Umair tampil membawa bendera.

103 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment