Di turunkan ke Bumi
Sesuai dengan ancaman yang di ucapkan iblis ketika di usir Allah dari Surga, akibat dari pembangkangan serta dengki terhadap Adam. Menjadi sebab ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dan singgasana kebesaran nya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup di surga yang tenteram, damai dan bahagia.
lblis menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah memberi nasihat dan petunjuk untuk mereka berdua dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata yang halus di gunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa. Bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.
Iblis membisikkan mengapa Tuhan melarang mereka memakan buah tersebut, karena dengan memakan nya mereka akan menjadi malaikat dan hidup kekal. Di ulang-ulangilah bujukkan nya dengan menunjukkan harumnya bau pohon yang di larang indah bentuk buahnya dan enak rasanya. Sehingga pada akhirnya Adam dan Hawa termakan oleh bujukan Iblis dan melanggar larangan Allah mencela perbuatan mereka itu.
Allah murka kepada Adam dan Hawa karena telah melanggar perintahnya dan menurunkan mereka ke bumi. Nabi Adam dan Hawa sangat merasa bersalah dan bertobat memohon ampunan Allah. Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni pelanggaran yang telah mereka lakukan. Atas ampunan tersebut telah melegakan dada dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian sehingga terjerumus bujuk dan rayuan Iblis. Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan dari Allah.
Selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh iblis, dan berusaha agar pelanggaran yang telah di lakukan menjadi pengajaran bagi mereka berdua. Adam dan Hawa akan lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukkan Iblis yang terlaknat.
Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena melanggar perintah Allah, hidup kembali dalam hati Adam dan Hawa. Mereka merasakan kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di surga tidak akan terganggu oleh ridha Allah serta rahmatnya untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah SWT telah menentukan takdir bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk di kelolanya. Dan akan di kuasai oleh manusia keturunan Adam dan Hawa dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.
Awal Terjadinya Pembunuhan
Qabil dan Habil adalah saudara sekandung dari Adam dan Hawa, Qabil sebagai kakak nya dan Habil sebagai adik nya. Kedua putra itu mempunyai sifat yang berbeda, karena itulah sering terjadi perselisihan di antara keduanya yang berakhir dengan pembunuhan Habil.
Peristiwa ini berawal ketika Allah memerintahkan Nabi Adam menikahkan Qabil dan Habil secara silang, lalu Qabil tidak setuju. Selanjutnya untuk menyelesaikan itu Nabi Adam memerintahkan ke duanya untuk berkurban. Siapa yang korbannya diterima maka ia berhak nikah dengan Iqlima seorang gadis manis (saudara kembar Habil). Ternyata korban Habil yang diterima. Kemudian Qabil datang mendekati Habil dan berkata, “Sungguh aku akan membunuhmu”. Lalu Habil berkata, “Sungguh Allah itu hanya menerima korban orang yang bertaqwa. Jika kamu akan membunuhku, pasti aku tidak akan membalas membunuhmu, sehingga kamu berdosa dan menghuni neraka .”
Lalu Qabil menjadi tambah marah dan membunuh Habil. Kemudian Allah mengutus dua ekor gagak untuk memberi pelajaran kepada Qabil yang telah membunuh Habil, kedua burung itu berkelahi hingga satu meninggal, kemudian gagak yang masih hidup itu menggali tanah, gagak yang mati dimasukkan ke dalamnya dan ditimbuni dengan tanah. Dan Qabil menyaksikan, lalu Qabil menanam mayat Habil sebagaimana dicontohkan burung gagak tadi.
Setelah mengkubur Habil, selama 100 tahun lamanya dia tidak bisa tertawa. Qabil tidak memiliki rasa kemenangan atas dirinya, lalu Qabil lari ke kota Aden daerah Yaman.
