SALMAN AL-FARISI ( I )

Kabar Gembira

Salman pergi menghadap Rasulullah, meminta izin untuk mengubah arah penggalian demi menghindari batu besar yang kuat dan melintang itu. Tak berselang begitu lama, Rasulullah bersama Salman melihat langsung ketempat batu tersebut. Ketika melihat batu itu, Rasulullah meminta cangkul dan meminta para sahabat untuk sedikit menjauh agar terhindar dari pecahan-pecahan batu tersebut.

Rasulullah membaca bismillah dan mengangkat kedua tangan yang mulia sambil menggenggam cangkul dengan erat dan kuat. Beliau langsung menghantamkan cangkul ke arah batu besar tersebut dengan sekuat tenaga dan batu pun terbelah. Ketika terjadi benturan antara cangkul dengan batu muncul percikan api yang membumbung tinggi. dan bersinar terang.

Salman menceritakan, “Aku melihat api itu menerangi seluruh sudut Madinah.” Selanjutnya, Rasulullah memekikkan takbir: “Allahu Akbar. Aku telah di beri kunci-kunci Persia. Aku telah melihat cahaya dari istana Hiyarah dan kota-kota kisra. Sungguh aku melihat umatku akan menguasai semua itu.”

Menghantam Batu

Rasulullah sekali lagi mengangkat cangkul dan menghantam batu itu. Pemandangan yang sama pun berulang. Batu besar yang terpecah mengeluarkanpercikan api yang terang dan menjulang. Rasulullah kembali memekikkan takbir: “Allahu Akbar. Aku telah di beri kunci-kunci Romawi. Dari istananya yang merah, aku melihat cahaya terang dan umatku akan menguasainya.”

Rasulullah untuk ketiga kalinya kembali menghantamkan cangkul ke arah batu dan batu besar itu pun langsung hancur lebur. Dan dari pecahan-pecahan batu memunculkan kilat api yang sangat terang. Rasulullah pun langsung mengumandangkan takbir dan di ikuti oleh gemuruh takbir kaum Muslimin.

Rasulullah memberitahukan bahwa  beliau melihat istana-istana di Suriah, Shana’a, dan kota-kota lain di bumi Allah akan berkibar bendera Allah pada suatu hari nanti. Mendengar kabar itu, kaum Muslimin berteriak dengan penuh keimanan, “Inilah yang di janjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Mahabenar Allah dan Rasul-Nya.”

Salman adalah orang yang mengusulkan penggalian parit (khandag). Salman pula penemu batu besar yang memancarkan rahasia-rahasia gaib yang akan terjadi pada masa mendatang, setelah ia meminta bantuan Rasulullah untuk memecahkannya.

Saksi Hidup

Pada saat itu Salman berdiri tepat di samping Rasulullah, beliau turut menyaksikan cahaya yang keluar dari pecahan batu dan mendengar kabar gembira tersebut. Ia menjadi saksi  hidup ketika kabar gembira itu menjadi kenyataan dan  ia sendiri mengalami dan merasakannya.

Salman menyaksikan penaklukan kota-kota di Persia dan Romawi; istana- istana di Shana’a, Suriah, Mesir, dan Irak.  Beliau menjadi  seluruh bahwa penjuru bumi bergetar oleh seruan penuh berkah yang keluar  dari menara-menara tinggi di semua tempat, yang memancarkan cahaya hidayah dan kebaikan.

Pada saat ini Salman sedang duduk, di bawah pohon rindang dan lebat di depan rumahnya di Madain. la sedang bercerita kepada murid-muridnya tentang perjuangannya yang sangat besar demi mencari kebenaran. Salman bercerita ketika ia meninggalkan agama kaumnya lalu pindah ke agama Nasrani dan akhirnya beliau memeluk Islam.

Sungguh beliau telah meninggalkan semua kekayaan dari orang tuanya yang melimpah dan merelakan di rinya dalam kemiskinan, demi memerdekaan akal dan rohaninya. Dalam perjalanan mencari kebenaran tersebut, beliau pernah di jual di pasar budak, yang pada akhirnya bertemu dengan Rasulullah dan menjadi pengikutnya.

137 Likes

Author: wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *